Kemenag Kota Malang Tegaskan Penerapan Prokes saat Pelaksanaan Salat Idul Fitri 1442 Hijriah

May 12, 2021 20:41
Kepala Kantor Kementerian Agama RI Cabang Kota Malang Muhtar Hazawawi saat ditemui MalangTIMES.com, Sabtu (8/5/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Kepala Kantor Kementerian Agama RI Cabang Kota Malang Muhtar Hazawawi saat ditemui MalangTIMES.com, Sabtu (8/5/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Pemerintah pusat telah mengeluarkan larangan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah mulai tanggal 6 sampai 17 Mei 2021. Selain itu juga Kementerian Agama (Kemenag) RI telah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 7 Tahun 2021 tentang panduan penyelenggaraan Salat Idul Fitri 1442 Hijriah/tahun 2021 di saat pandemi Covid-19. 

Merespons adanya kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 dan panduan Salat Idul Fitri 1442 Hijriah, Kepala Kantor Kemenag RI Cabang Kota Malang Muhtar Hazawawi secara tegas mengingatkan kepada seluruh masyarakat dan panitia penyelenggara Salat Idul Fitri 1442 Hijriah agar menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. 

"Saya titip pesan untuk Salat Hari Raya Idul Fitri ini benar-benar prokes dilakukan. Dan surat edaran menteri agama isinya hanya 50 persen dari total kapasitas dengan jarak yang aman. Dan masker, cuci tangan wajib. Dan diupayakan Salat Idul Fitri di sekitar rumahnya masing-masing. Agar tidak berkerumun," tegasnya kepada MalangTIMES.com. 

Sehingga kata Muhtar, masyarakat maupun pihak penyelenggara Salat Idul Fitri 1442 Hijriah tidak perlu mengumumkan atau mengajak kerabatnya agar Salat di tempat tertentu yang itu jauh dari rumahnya masing-masing. 

"Sehingga kita tidak perlu memberikan woro-woro gara-gara kepingin salat di tempat tertentu, akhirnya terjadi penumpukan. Ini harus dihindari. Bahwa Salat Idul Fitri adalah sebenarnya kan Sunnah Muakkad. Jadi artinya tidak ada yang perlu menjadi persoalan. Tapi kami tetap laksanakan yang terbaik," terangnya. 

Muhtar menambahkan bahwa penerapan protokol kesehatan yang ia tegaskan di awal sebagai ikhtiar bersama dalam mencegah terjadinya klaster penyebaran Covid-19. 

"Tidak berkerumun. Salat Idul Fitri di sekitar rumahnya masing-masing. Jaga jarak. Prokesnya ini karena untuk menyelamatkan. Karena agama manapun itu fungsi menyelamatkan adalah bagian dari ajaran agama. Saya minta tolong imbauan itu," imbuhnya. 

Lanjut Muhtar bahwa dirinya juga mengingatkan agar masyarakat Kota Malang tetap mematuhi aturan dan kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat terkait larangan mudik. 

"Tetap patuhi dukung pemerintah dalam larangan mudik. Saat ini kita mengambil posisi yang paling menyelamatkan. Mudik bisa ditunda, setelah semuanya tidak terjadi penumpukan dan berkerumun," ujarnya. 

Terakhir, Muhtar juga mengingatkan agar masyarakat untuk kali ini tidak perlu melakukan kegiatan takbir keliling yang dapat menimbulkan kerumuman massa. 

"Takbir keliling tidak diperkenankan. Udah takbir di rumahnya dengan khusyuk. Silaturrahmi dengan daring dan asik juga," ujarnya. 

Terkait sanksi, Muhtar mengatakan bahwa hal itu bukan kewenangannya. Menurutnya sanksi dapat dikeluarkan oleh para penegak hukum dalam hal ini bisa dari pihak kepolisian. 

"Sanksi itu (kita, red) tidak mengeluarkan surat edaran. Jadi itu ada pihak yang (menindak, red) sendiri. Dari kepolisian dari pihak hukum," pungkasnya.

Topik
Salat Idul FitriKemenag Kota MalangWisata di Lumajang ditutupforum komunikasi lks kota malangberita kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru