Tak Ingin seperti India, Pemkab Malang Ingatkan Masyarakat saat Libur Lebaran

May 11, 2021 14:45
Bupati Malang HM Sanusi (paling kanan pakai seragam ASN) saat meninjau penyekatan arus mudik di Karangkates (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Bupati Malang HM Sanusi (paling kanan pakai seragam ASN) saat meninjau penyekatan arus mudik di Karangkates (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus mengingatkan masyarakat agar tidak kehilangan disiplin melaksanakan protokol kesehatan ketika merayakan Hari Raya Idul Fitri 2021. Hal itu berkaca dari India yang sempat mengalami 'tsunami' covid-19 saat menjalani salah satu ritual di Sungai Gangga.

Bupati Malang, HM Sanusi mengatakan bahwa pihaknya tak ingin masyarakat Kabupaten Malang seperti India yang mengalami tsunami covid-19. Hal itu dikiaskan pada perayaan Hari Raya Idul Fitri agar sementara untuk menghindari kerumunan.

“Hendaknya kita harus mengambil pelajaran untuk tidak mengenal kata menyerah dalam melawan covid-19. Sedikit saja kita lengah, covid-19 bisa saja menjadi ancaman yang mengerikan, dan kita tentu tidak menginginkan hal tersebut terjadi,” kata Sanusi.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menyebut saat ini mudik lebaran memang telah menjadi kebiasaan bahkan tradisional masyarakat. Sehingga dalam hal ini perlu adanya koordinasi dan sinergi lintas sektor dan lintas instansi untuk bisa menahan masyarakat sementara agar tidak mudik lebaran.

“Namun, upaya untuk menuntaskan ancaman covid-19, masih menjadi urgensi yang juga perlu kita upayakan bersama. Pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik untuk tahun ini. Kebijakan ini semata-mata dibuat untuk memberikan perlindungan bagi segenap masyarakat Indonesia dari ancaman covid-19,” jelas Sanusi.

Saat ini, selain dengan menuntaskan program vaksinasi untuk membentuk kekebalan kelompok, Pemkab Malang nampaknya juga terus melakukan upaya preventif lain seperti dengan terus-menerus mengkampanyekan protokol kesehatan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, masyarakat juga akan di berikan edukasi tentang aturan maupun ketentuan-ketentuan dari berbagai bidang sebagai penyesuaian selama masa pandemi.

“Secara khusus akan kita bahas terkait bidang perhubungan darat dan upaya penanganan mobilitas masyarakat mulai memasuki libur Hari Raya pada masa pandemi covid-19,” terang dia.

Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bersama TNI-Polri bakal melaksanakan Operasi Ketupat, pada 6 - 17 Mei 2021 sebagai langkah penyekatan secara ketat tanpa memberikan toleransi. Kemudian di akhir pada 18-24 Mei 2021 akan dilaksanakan pengamanan arus balik mudik lebaran.

Anggota yang bertugas di posko merupakan gabungan dari TNI, Polri, Dishub, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan para relawan. Ada beberapa syarat yang diperbolehkan melintas yaitu saat melakukan perjalanan dinas bagi ASN, Pegawai BUMN, Pegawai BUMD, Polri TNI dengan membawa surat perintah tugas yang di tanda tangani oleh pimpinan dari instansi masing-masing. Kemudian kunjungan keluarga yang sakit keras, meninggal dunia dengan syarat menunjukkan dokumentasi yang ada, ibu hamil dengan membawa satu pendamping.

Topik
posko pengaduan thr ngawiSanusiIndiaeks lokalisasi girun dibongkar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru