Dinkes Kota Malang Ingatkan Salat Idul Fitri Dekat Rumah

May 10, 2021 15:41
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif saat ditemui MalangTIMES.com di Pos Pengamanan Exit Tol Madyopuro Kota Malang, Kamis (6/5/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif saat ditemui MalangTIMES.com di Pos Pengamanan Exit Tol Madyopuro Kota Malang, Kamis (6/5/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota MalangHusnul Muarif terus mengimbau kepada masyarakat dan panitia penyelenggara salat Idul Fitri agar menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. 

Husnul mengatakan bahwa sebagai upaya mencegah terjadinya klaster penyebaran Covid-19 pada momentum pelaksanaan Salat Idul Fitri 1442 Hijriah, masyarakat diimbau menggelar salat Idul Fitri di tempat terdekat dari rumah. 

"Lebaran di rumah dan Salat Idul Fitri di dekat rumahnya saja. Sudah disampaikan oleh ketua satgas pak wali kepada tokoh-tokoh agama untuk Salat Idul Fitri cari tempat yang terdekat. Bisa itu Musala, bisa itu masjid maupun lapangan terbuka," ungkapnya kepada MalangTIMES.com. 

Dokter yang juga merupakan Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Malang ini juga menyarankan bahwa untuk memilih tempat pelaksanaan salat Idul Fitri yang terdekat juga dapat terlihat dari area RT rumah tersebut berada. "Tidak usah keluar dari area mungkin RT nya, itu sudah tidak dianjurkan. Tetap bisa salat Idul Fitri terdekat dari rumahnya sehingga tidak ada mobilisasi masyarakat," terangnya. 

Lanjut Husnul bahwa dari pihak Satgas Covid-19 Kota Malang juga akan melakukan pemantauan di titik-titik tempat penyelenggaraan salat Idul Fitri 1442 Hijriah. Mulai di Musala, Masjid maupun lapangan terbuka. "Dari Satgas Covid-19. Ya pengawasannya pemantauan aja. Titik-titik mana yang menyelenggarakan Salat Idul Fitri itu oleh petugas. Jadi biasanya pemantauannya pada H-1 dan pas hari H," katanya. 

Selain itu, penerapan protokol kesehatan secara ketat juga menjadi perhatian khusus dalam pemantauan yang akan dilakukan oleh Satgas Covid-19 Kota Malang. Karena penerapan protokol kesehatan sebagai ikhtiar masyarakat untuk memutus penyebaran Covid-19. 

"Maksimal 50 persen dari total kapasitas. Berlaku terutama di tempat yang tertutup, seperti Masjid, Musala itu maksimal 50 persen kapasitasnya," ujarnya. 

Selain itu, shaf para jamaah Salat Idul Fitri 1442 Hijriah juga diimbau agar menerapkan jarak aman yakni antar jamaah berjarak minimal satu meter. Namun disampaikan Husnul kemungkinan di beberapa lokasi pelaksanaan Salat Idul Fitri 1442 Hijriah berjarak kurang dari satu meter. 

"Fungsinya jarak itu adalah satu supaya tidak terjadi kontak, meminimalisir kontak. Yang kedua jarak itu nanti berfungsi menempatkan sandalnya. Sehingga sandal itu bisa dibawa, ditempatkan di dekat dia Salat. Sehingga waktu dia keluar selesai Salat itu juga tidak terjadi kerumunan untuk berebut mengambil sandal," jelasnya. 

Selain itu, pihak penyelenggara juga diimbau agar melengkapi kelengkapan protokol kesehatan di area tempat Salat Idul Fitri 1442 Hijriah. Seperti tempat cuci tangan, alat pengecek suhu, penyemprot desinfektan atau handsanitizer. 

"Sehingga di panitia sudah menyiapkan lis (daftar, red) yang harus disiapkan pada saat pelaksanaan salat Idul Fitri. Yang menyiapkan (alat prokes, red) dari pihak panitia penyelenggara," pungkasnya.

Topik
Husnul MuarifDinkes Kota MalangSatgas Covid 19 kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru