Dukung MBKM, Prodi BK Unikama Tatar Para Dosen Materi Pembelajaran Inovatif Kreatif

May 10, 2021 12:58
workshop yang memberikan materi tentang Metode Pembelajaran Inovatif Kreatif Melalui Case Method dan Team Based Project Learning (Ist) dengan Materi Pembelajaran Kreatif Inovatif
workshop yang memberikan materi tentang Metode Pembelajaran Inovatif Kreatif Melalui Case Method dan Team Based Project Learning (Ist) dengan Materi Pembelajaran Kreatif Inovatif

MALANGTIMES - Mendukung berjalannya program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), terus berupaya untuk meningkatkan kompetensi para SDM-nya. 

Salah satunya dengan melalui workshop atau pelatihan yang menghadirkan narasumber yang berkompeten pada bidangnya. Baru-baru ini, Prodi BK Unikama menggelar workshop yang memberikan materi tentang Metode Pembelajaran Inovatif Kreatif Melalui Case Method dan Team Based Project Learning.

2

Leny Latifah, M.Pd. Kons, selaku Ketua Prodi (Kaprodi) BK menjelaskan, jika materi tentang Metode Pembelajaran Inovatif Kreatif Melalui Case Method dan Team Based Project Learning digelar pada workshop yang dilakukan pada Jumat (7/5/2021). 

Kegiatan workshop ini dilaksanakan untuk mendukung pembelajaran MBKM dan rangkaian dari Program Bantuan Prodi BK Center of Excellence (CoE). Dengan begitu, dapat meningkatkan kualitas pendidikan sebagai pusat keunggulan dalam pelaksanaan program MBKM, serta melaksanakan pembelajaran berpusat pada mahasiswa dan diutamakan team-based project dan case method.

"Peserta yang mengikuti ada 225 peserta yang dilakukan secara daring lewat zoom," jelasnya.

Para peserta sendiri bukan hanya dari dosen-dosen Unikama, namun juga berasal dari kampus mitra, khususnya pada prodi BK. Antara lain ada yang dari Universitas Pendidikan Mandalika, Universitas Nusantara PGRI Kediri, Universitas Islam Jember, Universitas Muria Kudus, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Bali, STKIP PGRI Sumatera Barat, dan Universitas PGRI Argopuro Jember.

“Workshop ini juga bertujuan untuk memfasilitasi dosen supaya memiliki kesempatan dalam meningkatkan kualitas konten dan metode pembelajaran yang mendukung mereka sebagai dosen penggerak serta mengintegrasikan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi," terangnya.

24

Mewakili Rektor Unikama untuk membuka kegiatan workshop Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Dr. Triwahyudianto, S.Pd., M.Si berterimakasih kepada narasumber Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA yang telah hadir ditengah jadwalnya yang padat untuk memberikan ilmunya kepada peserta workshop.

“Saya mewakili Rektor Unikama Dr. Pieter Sahertian, M.Si mengucapkan terimakasih kepada narasumber yang telah meluangkan waktu untuk memberikan ilmunya. Harapannya setelah mengikuti kegiatan ini kita semua bisa menjadi lebih baik dan menjadi pendidik yang profesional,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA menerangkan jika Case Method dan Team Based Project, bisa mengekplorisasi kemampuannya mulai dan mengubah cara berfikirnya menjadi lebih kreatif dan inovatif.

Metode ini merupakan metode pembelajaran kasus yang dibuat oleh dosen untuk mampu mengasah kemampuan berfikir dan menyelesaikan suatu permasalahan. 

Selain metode itu, ada juga Team Based Project. Metode ini juga sangat menarik sekali, di sini mahasiswa dituntut untuk mengerjakan suatu proyek secara berkelompok. Dari sini, mahasiswa mampu memahami dalam kerjasama maupun kolaborasi dalam menyelesaikan suatu problem. 

“Dengan begitu mereka bisa berfikir kritis, belajar menerima pendapat orang lain. Hasil bukanlah yang utama, yang penting mahasiswa bisa melalui prosesnya. Jika prosesnya bisa berjalan dengan baik, makan hasilnya pun akan menjadi baik,” paparnya.

3

Ada 7 poin penting dalam menerapkan metode kasus proyek ini antara lain, membuat kasus yang menantang, buatlah peserta didik tidak bisa berhenti bertanya, studi kasus yang ditawarkan harus autentik yang benar-benar ada agar peserta didik mudah memperoleh informasi tersebut, siswa sendiri yang memilih kasusnya atau dosen memberikan beberapa pilihan kasus, buatlah mahasiswa melakukan refleksi setiap hari tanpa diminta, tetap berikan siswa untuk mengkritik kasus dan yang terakhir public report. 

“Jadi dosen harus memberikan proyek yang sekiranya tidak bisa diselesaikan tepat waktu tanpa mereka bekerjasama, misalkan bisa diselesaikan 1 bulan asalkan 4 orang mahasiswa ini saling bekerjasama untuk mengerjakan tugas itu. Mereka akan belajar  menyelesaikannya dengan baik. Setelah itu buat mereka menyampaikan hasilnya melalui presentasi, kalau bisa langsung kepada stakeholder,” tuturnya.

Jadi mahasiswa mendapatkan ilmunya dan tidak perlu presentasi di hadapan dosennya, melainkan langsung ke stakeholder. Banyak sekali untungnya menggunakan metode project based melalui case study ini, salah satunya mahasiswa yang benar-benar kreatif bisa ditarik langsung oleh stakeholder. Metode ini juga akan menghasilkan produk atau luaran, sehingga mereka bisa berkreasi membuat sesuatu.

“Studi kasus yang dikerjakan secara langsung sangatlah bagus dengan tujuan pembelajaran dan selalu akhiri proyek tersebut dengan presentasi. Mahasiswa harus mendapatkan penghargaan atas apa yang mereka hasilkan. Apapun hasilnya berikan pujian kepada mereka, agar menjadikan semangat untuk mahasiswa dalam mengerjakan sesuatu,” pungkasnya.

Topik
metode pembelajaranuniversitas pgri kanjuruhan malang unikamainovatif kreatif melalui case methodTeam Based Project Learningjember zona orangeRektor Unikama

Berita Lainnya

Berita

Terbaru