Jelang Hari Raya Idul Fitri, Lapas Perempuan Kelas IIA Malang Usulkan 348 WBP Dapatkan Remisi

May 10, 2021 10:50
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang Tri Anna Aryati saat ditemui MalangTIMES.com, Selasa (6/4/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang Tri Anna Aryati saat ditemui MalangTIMES.com, Selasa (6/4/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang kembali usulkan nama untuk mendapatkan remisi atau pengurangan masa hukuman. Setidaknya, ada 348 warga binaan pemasyarakatan (wbp) yang diusulkan kepada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan tembusan kepada Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Jawa Timur.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Malang Tri Anna Aryati mengatakan, berdasarkan hasil saringan yang dilakukan oleh pihak Lapas Perempuan Kelas IIA Malang, sebanyak 348 WBP tersebut sudah memenuhi persyaratan mendapatkan remisi

"Kita usulkan sebanyak 348 orang. Kita tidak tahu turunnya berapa ya. Karena kan di cek lagi. Tapi kalau menurut kami, menurut saringan kami sebanyak 348 orang. Dari 535 orang. Karena sudah memenuhi persyaratan," ungkapnya kepada MalangTIMES.com. 

Perempuan yang akrab disapa Anna ini melanjutkan, bahwa persyaratan utama bagi WBP yang bakal mendapatkan remisi adalah seorang WBP yang telah menjalani lebih dari enam bulan masa kurungan penjara dan tidak sedang melakukan pelanggaran disiplin dengan masuk dalam daftar letter F di Lapas Perempuan Kelas IIA Malang. 

"Untuk remisi yang diberikan sekitar 15 hari sampai dengan dua bulan," katanya. 

Selain itu, lanjut Anna, bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 Pasal 34A bahwa untuk narapidana kasus terorisme, narkotika, korupsi, kejahatan HAM berat, kejahatan terhadap keamanan negara dan kejahatan transnasional terorganisasi lainnya, harus menjalani lebih dari enam bulan masa kurungan penjara dan menyertakan beberapa persyaratan lainnya. 

"Sebanyak 80 persen warga binaan Lapas Perempuan Malang ini adalah kasus narkoba dengan masa hukuman yang tinggi-tinggi. Jadi pasti warga binaan yang mendapatkan remisi Hari Raya Idul Fitri merupakan warga binaan kasus narkoba," jelasnya. 

Lanjut Anna, bahwa WBP yang dimaksud telah melakukan pelanggaran berat dan masuk ke dalam daftar letter F dicontohkan seperti lesbian. Buku daftar letter F sendiri memang digunakan untuk mencatat pelanggaran-oelanggaran berat yang dilakukan WBP. 

"Misalnya melanggar peraturan di lapas ini, sehingga mendapatkan letter F, itu tidak kita usulkan. Misalnya sampai saat ini lesbi. Itu kita masukkan ke letter F karena itu masuk dalam pelanggaran tingkat berat," terangnya. 

Lebih lanjut Anna menyebut, bahwa hingga sampai saat ini WBP yang masuk dalam catatan buku letter F angkanya dibawah 10. "Nggak banyak sih (yang masuk di letter F, red), dibawah 10. Tapi itu kan syarat mutlak untuk mendapatkan remisi itu kan harus tidak sedang menjalani letter F," imbuhnya. 

Sementara itu, Anna menyebutkan bahwa hasil pengumuman final dari WBP yang disetujui untuk mendapatkan remisi atau pengurangan masa kurungan penjara akan dibacakan usai gelaran Salat Idul Fitri 1442 Hijriah. 

"Hari raya Idul Fitri kita bacakan. Biasanya turunnya malam takbir itu turun seluruh Indonesia. Baru paginya setelah Salat Id kita bacakan nama-nama yang mendapatkan remisi," katanya. 

Ketika disinggung apakah sebanyak 348 WBP yang diusulkan oleh Lapas Perempuan Kelas IIA Malang semuanya mendapatkan remisi, Anna pun menanggapi bahwa belajar dari pengalaman-pengalaman yang lalu bahwa setiap yang diusulkan oleh Lapas Perempuan Kelas IIA Malang pasti disetujui. 

"Biasanya kita yang usulkan segitu, turunnya juga segitu. Karena kita sudah melakukan penyaringan. Tidak ada yang keluar, tapi 348 yang diusulkan itu pengurangan pidana saja," pungkasnya.

Topik
Remisilapas peremlapas peremlapas peremlapas perelapas peremlapas perlapas perempuan malangIdul Fitri

Berita Lainnya

Berita

Terbaru