Novi Rahman Hidayat, Bupati Nganjuk Muda Kaya Raya yang Kena OTT KPK

May 10, 2021 09:11
Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat terjaring OTT KPK (Foto: Tribunnews)
Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat terjaring OTT KPK (Foto: Tribunnews)

INDONESIATIMES - Bupati NganjukNovi Rahman Hidayat terkena OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dari OTT tersebut, KPK berhasil menyita uang ratusan juta rupiah. 

Dalam hal ini, Novi diduga menerima suap terkait jual-beli jabatan di wilayahnya. Novi merupakan Bupati Nganjuk dengan masa bakti periode 2018-2023.

Saat Pilkada Nganjuk, Novi berpasangan dengan Marhaen Djumadi. Pasangan ini diusung oleh PKB, PDIP dan Hanura. 

Novi-Marhaen akhirnya memenangkan kontestasi dengan meraih 303.192 suara atau 54,5 persen. Novi-Marhaen berhasil mengalahkan rivalnya yakni pasangan Siti Nurhayati-Bimantoro Wiyono dan Desy Natalia Widya-Ainul Yakin. 

Pada Senin 24 September 2018, Novi Rahman Hidayat dan Marhaen dilantik Gubernur Jatim Soekarwo di Gedung Grahadi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk. 

Profil Novi Rahman Hidayat

Novi Rahman Hidayat juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur periode 2021-2026. Sebelum terjun ke dunia politik, Novi merupakan wiraswasta yang menangani bidang properti dan keuangan. 

Bisa dibilang ia merupakan bupati kaya raya karena memiliki beberapa perusahaan. Dia memiliki tambang nikel, batubara hingga 120 bank perkreditan rakyat.

Novi adalah lulusan S1 FISIP Universitas Islam Balitar tahun 2005, dan S2 Studi Magister Manajemen, Program Pascasarjana Universitas Islam Kadiri tahun 2006. Ia meneruskan sepak terjang sang ayah untuk menjadi pengusaha hasil bumi, ternak dan jasa pedagangan.

Terpantau melalui laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), Novi memiliki total harta senilai Rp Rp 116.897.534.669 (Rp 116 miliar). Ia tercatat memiliki 32 bidang tanah yang tersebar di sejumlah daerah seperti, Nganjuk, Kediri, Jombang, Surabaya hingga di Jakarta Selatan. 

Luas 32 bidang tanah milik Rahman bervariasi. Puluhan bidang tanah milik Rahman disebutkan sebagai hasil sendiri. Nilai 32 bidang tanah tersebut Rp 58.692.120.000 (Rp 58 miliar).

Selain itu, Rahman tercatat memiliki 3 mobil. Total nilai mobil milik Bupati Nganjuk periode 2018-2023 itu sebesar Rp 764 juta.

Sedangkan untuk harta bergerak lainnya senilai Rp 1,21 miliar. Dia juga mempunyai surat berharga senilai Rp 32.201.677.364 (Rp 32 miliar).

Novi juga tercatat memiliki harta berupa kas dan setara kas sebesar Rp 26.479.737.669 (26 miliar). Rahman memiliki utang sebesar Rp 2,45 miliar.

Untuk diketahui, di Nganjuk, Novi memiliki 2 ribu karyawan. Mereka juga termasuk dikerahkan saat pencalonan sebagai Bupati Nganjuk pada 2017 lalu. Novi juga termasuk bupati muda yang memimpin Nganjuk. 

Pria kelahiran 2 April 1980 ini memiliki istri bernama Yuni Rahma Hidhayar. Novi dan Yuni memiliki 4 anak yakni 3 perempuan dan 1 laki-laki. 

Gebrakan Novi sebagai Bupati Nganjuk

Gajinya sebagai bupati diketahui, ia serahkan ke lembaga kesejahteraan rakyat. Bahkan, mobil-mobil dinas bupati tidak ada yang ia pakai. 

Ia juga meminta agar semua karyawan atau pegawai negeri harus membayar zakat yang hasilnya nanti dikelola tim untuk mengatasi kemiskinan. Selain itu, setiap Jumat ia berpindah masjid untuk khotbah. 

Setelah Jumatan Novi biasa bertemu masyarakat di sekitar masjid. Novi juga mencari tahu apakah masih ada rumah yang tidak layak huni. 

Dengan dana zakat itu rumah tersebut bisa dipugar. Lalu jika rumah-rumah itu sudah baru, Novi ke masjid itu lagi dan membawa tumpeng sebagai tanda peresmian. 

Ia membawa 1 tumpeng untuk 1 rumah. Nantinya foto tumpengan itu dibesarkan dan dipajang di rumah baru itu. 

Seperti diketahui, Novi terkena OTT KPK pada Minggu (9/5/2021) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Saat ini status Novi pun masih sebagai terperiksa. 

KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menetapkan status hukum untuk Bupati Nganjuk ini. 

Topik
Bupati Nganjukbupati mudabupati kaya rayamakanan lebaranott kpk

Berita Lainnya

Berita

Terbaru