Kultum Ramadan Unisma, Prof Imam Suprayogo Sampaikan Al-Quran sebagai Pedoman Hidup

May 09, 2021 18:08
Dewan pembina Unisma, Prof Imam Suprayogo (Ist)
Dewan pembina Unisma, Prof Imam Suprayogo (Ist)

MALANGTIMES - Kultum Ramadan Universitas Islam Malang (Unisma) menghadirkan Dewan Pembina Yayasan Unisma, Prof Dr Imam Suprayogo. Dalam Kultum Ramadan tersebut, mantan Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang itu menyampaikan kultum tentang "Al-Qur'an sebagai Pedoman Hidup".

Dijelaskannya, jika sejatinya manusia terdiri dari dua unsur. Unsur itu adalah unsusr jasmani dan unsur rohani. Unsur jasmani berasal dari ibu dan bapak yang itu diterangkan dalam Al-Qur'an surat Al Hujurot ayat 13, yang berbunyi,
"Ya ayyuhan-nasu inna khalaqnakum min zakariw wa unsa wa ja'alnakum syu'ụbaw wa qaba'ila lita'arafu, inna akramakum 'indallahi atqakum, innallaha 'alimun khabir," ujarnya.

Ayat tersebut memiliki arti, "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti".

"Itu (surat) sifatnya lebih tertuju pada hal yang fisik. Tapi yang fisik itu kemudian disempurnakan dengan ruh yang itu ada pada surat As Sajdah ayat 9," terangnya.

Surat tersebut, lanjut Prof Imam, begitu sapaan akrabnya, berbunyi "Thumma sawwaahu wa nafakha fiihi mir ruuhihih; wa ja'ala lakumus sam'a wal-absaara wal-af'idah; taqaliilam maa tashkuruun". Surat tersebut menjelaskan jika Allah telah menyempurnakan dengan meniupkan ruh.

"Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan ruh (ciptaan)-Nya ke dalam (tubuh) nya dan Dia menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati bagimu, (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur. Ruh inilah yang kemudian ingin diselamatkan oleh agama dengan petunjuk adalah Al-Qur'an," ungkapnya.

Secara fisik yang terkait dengan pengembangan-pengembangan baik itu ilmu maupun teknologi, tentunya manusia sendiri sudah bisa menjalankan. Namun terdapat urusan yang manusia itu tidak bisa menyelesaikan, yakni urusan rohani. 

"Rohani jangan dikira tidak penting, rohani itulah yang menggerakkan seluruh tubuh, yang disebut dengan ruh. Di situ manusia tidak bisa menyelesaikan sendiri, butuh Al-Qur'an untuk memberikan pedoman atau petunjuk tentang bagaimana keislaman. Karena itulah Alquran bicara tentang siapa sebetulnya manusia itu," jelasnya.

Hal-hal yang terkait dengan siapa aku, siapa saya, siapa ruh ini dan bagaimana ruh ini ditumbuhkembangkan agar bisa melahirkan perbuatan baik serta kemana ruh ini akan kembali, tentunya menjadi sebuah pertanyaan besar yang itu sulit dijawab oleh manusia.

"Sulit dijawab oleh manusia sendiri kecuali oleh Al-Quran. Maka Al-Qur'an sebenarnya harus dipahami secara benar karena Al- Qur'an memberikan petunjuk keselamatan di dunia sampai akhirnya harus kembali ke akhirat. Tanpa Al-Qur'an tidak mungkin orang memahami siapa dirinya dan tidak mau memahami bagaimana dia akan kembali dengan selamat di akhirat kelak," pungkasnya.

Topik
kultum ramadan unismapengamanan lebaran kediriunisma malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru