Jelang Idul Fitri, Pengusaha Kue Kering Kota Malang Ini Kebanjiran Order

May 09, 2021 12:52
Varian kue kering buatan Ono Ae Food Kota Malang yang banjir orderan jelang Idul Fitri 2021. (Foto: Istimewa).
Varian kue kering buatan Ono Ae Food Kota Malang yang banjir orderan jelang Idul Fitri 2021. (Foto: Istimewa).

MALANGTIMES - Berkah Ramadan nampaknya cukup dirasakan bagi para pengusaha kuliner di Kota Malang. Salah satunya usaha kue kering. Ya, kue kering memang seakan menjadi sajian menu jajanan khas di setiap rumah saat hari Lebaran tiba. Tak ayal, hal ini cukup membuat pengusaha kue kering kebanjiran order di bulan Ramadan.

Salah satunya kue kering dari Ono Ae Food Kota Malang ini, pesanan kue kering dengan sistem pemasaran online ini membeludak sejak sepekan jelang lebaran tahun ini.

Owner Ono Ae Food, Wilda Uliarosa Damayanti mengatakan, selama Ramadan tahun ini hingga jelang Hari Raya Idul Fitri dirinya bahkan pernah dalam sehari menerima 500 pesanan kue kering.

"Satu minggu sebelum hari raya ini meningkat pesat. Padahal awal bulan Ramadan penjualan masih biasa saja. Ini sehari sampai 200 toples, terkadang pernah melayanai pesanan sampai 500 toples," ungkapnya.

Diceritakannya, usaha yang digelutinya sejak sekitar 5 tahun terakhir ini memang cukup pesat mengalami peningkatan di tahun 2021 ini. Apalagi, adanya larangan mudik, banyak yang pesan hampers dengan berisikan kue kering buatannya.

Ia pun mengaku tak mengeluh dengan membeludaknya pesanan kue kering. Mengingat, memang momen kue kering cukup dominan dan diminati saat jelang perayaan Idul Fitri.

"Pesanan membeludak ya tetap dijalankan dan memang sangat membutuhkan usaha. Sedikit istirahat, tetapi berfikir lagi karena kue kering seperti dominan dengan kue lebaran atau kue musiman jadi selama pesanan membeludak tetap di terima saja," imbuhnya.

 

Varian kue kering Ono Ae Food Kota Malangyang banjir orderan jelang Idul Fitri 2021. (Foto: Istimewa).

 

Usaha kue kering miliknya ini pun cukup menghadirkan berbagai varian, mulai dari kue Nastar, Castangel, Sagu Keju, Snow White, Choco Stik, Banana cookies, hingga Rainbow Milk. Aneka kue kering ini dibanderol harga kisaran Rp 50 ribu - Rp 75 ribu, tergantung pada jenis varian kuenya.

Menurut Wilda, dari semua varian kue kering yang dibuatnya, jenis Rainow Milk paling banyak diminati customernya. Modelnya yang tipis dan berwarna-warni ini tak pernah sepi mengisi pesanannya.

"Karena warnanya, dan cukup menggoda untuk dinikmati mulai anak balita hingga orang dewasa. Menurut customer ku bahkan kue kering Rainbow Milk sudah habis sebelum lebaran karena anak-anak dan anggota keluarga sangat suka dengan rasanya dan juga tidak termasuk kue yang berat," imbuhnya.

Lebih jauh, perempuan lulusan Ilmu Komunikasi UMM ini mengaku, penjualan bisnis kue kering miliknya ini pemasarannya tak hanya lingkup pulau jawa saja, melainkan sudah hingga Kalimantan dan Makassar.

Tak hanya melayani kue kering biasa, dirinya juga melayani pesanan hampers yang bisa dipilih oleh customernya. Terkait jumlahnya pun, dirinya juga tidak mematok. Customer hanya menambah biaya untuk kemasan hampers.

"Paling jauh pernah dari Kalimantan dan Makassar pesan juga. Untuk kemasan hampers customer juga bisa menyesesuaikan, bisa 1 toples, 3 atau jumlah lain. Hanya tinggal menambah biaya untuk kemasaran hampers, sudah termasuk pernak pernik pemanis toples, greeting card, dan pemanis lain," pungkasnya.

Topik
larangan mudikkue keringWilda Uliarosa Damayanti

Berita Lainnya

Berita

Terbaru