Mengulik Menara Spiral Unik Masjid Agung Samarra Irak yang Jadi Ikonik

May 09, 2021 11:29
Menara Malwiya, menara spiral di Masjid Agung Samarra, Irak. (Foto: iStockphoto/coddy).
Menara Malwiya, menara spiral di Masjid Agung Samarra, Irak. (Foto: iStockphoto/coddy).

INDONESIATIMES - Berbicara tentang bangunan masjid, tentu yang paling banyak terlintas adalah mengenai kubah yang khas. Tapi, rupanya ada hal berbeda ditunjukkan dari Masjid Agung Samarra di Irak.

Bukannya kubah, masjid ini justru memiliki menara. Bahkan, menaranya terbilang cukup unik, lantaran berbentuk bak spiral yang melintir. Khas dari menara inilah yang menjadi pemandangan ikonik di Masjid Agung Samarra tersebut.

Dilansir dari berbagai sumber, Masjid Agung Samarra sempat menjadi masjid terbesar di dunia pada masanya. Sebab, bisa menampung sekitar 80 ribu jamaah yang beribadah.

Nama 'Samarra' juga memiliki makna lho, yakni kebahagiaan bagi seluruh orang yang melihatnya. Berlokasi di Kota Samarra, sekitar 129 km sebelah utara kota Baghdad di tepi Sungai Tigris, masjid ini berdiri di area seluas 17 hektare. Sedangkan luas bangunannya mencapai 38 ribu meter persegi.

Dibangun pada tahun 848 dan diselesaikan pada tahun 851 oleh Khalifah Abbasiyah Al-Mutawakkil yang memerintah dari 847 sampai 861.

Kala itu, rezim pemerintahan Al-Mutawakkil memiliki pengaruh besar pada penampilan Kota Samarra. Dia yang tampaknya seorang pencinta arsitektur, ikut andil dalam bangunan masjid ikonik ini.

Menara berbentuk spiral unik tersebut dinamakan Menara Malwiya, yang bermakna 'menara melilit'. Berbentuk kerucut spiral setinggi 52 meter dan lebar 33 meter, terdapat tangga melingkar untuk sampai ke puncaknya.

Kala itu, untuk menjajal kekuatan tangga melingkar menara, Al-Mutawakkil masuk dengan menunggangi keledai berwarna putih.

Tak hanya bentuknya yang unik. Menara ini jiga punya banyak fungsi. Salah satunya untuk menyuarakan azan. Kemudian, menara ini juga menjadi penanda kekuasaan wilayah bahwa ada pemukiman Islam di Lembah Tigris karena dari kejauhan puncaknya sudah terlihat.

Desain spiral unik menara ini disebut banyak orang sebagai turunan dari arsitektur ziggurat Mesopotamia. Beberapa orang juga menganggap pengaruh Pilar Gor, yang dibangun di Kekaisaran Sasanian, lebih menonjol.

Menara melilit di Masjid Agung Samarra ini rupanya banyak menjadi sorotan, seperti mengilhami pemenang Pritzker Architecture Prize, Philip Johnson, untuk Kapel Thanksgiving yang dibangunnya pada 1976 di Thanks-Giving Square di Dallas, Texas, di Amerika Serikat.

Menara masjid di Uni Emirat Arab, Masjid Sheikh Khalifa Bin Zayed Al Nahyan di Al Ain, arsitekturnya juga terinspirasi dari menara ini.

Selain itu, Masjid Agung Samarra menjadi salah satu inspirasi pembangunan masjid di lahan terbuka di penjuru dunia. Salah satunya di Masjid Ibn Tulun di Kairo, Mesir.

Gambar Masjid Agung Samara beserta menaranya yang melilit juga sempat mejeng dalam uang kertas Irak pecahan 250 dinar.

Sayangnya, tahun 2005, puncak Menara Malwiya dibom. Sebagian menara masjidnya hancur, disebabkan  tentara AS menggunakan menara tersebut sebagai tempat mengintai.

Berada di wilayah konflik, kini namanya sering disebut juga sebagai "sa'a man ra'a" yang bermakna "kesedihan bagi seluruh orang yang melihatnya".

Topik
Masjid ikonik di duniaMasjid terkenalIklan YouTube

Berita Lainnya

Berita

Terbaru