Mengenal Batik Ecoprint, Begini Cara Pembuatannya

May 12, 2021 04:31
Acara pameran barang-barang daur ulang yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu di Batos, Selasa (6/4/2021) lalu. (Foto: Mariano Gale)
Acara pameran barang-barang daur ulang yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu di Batos, Selasa (6/4/2021) lalu. (Foto: Mariano Gale)

BATUTIMES- Ecoprint merupakan teknik pewarnaan alami dengan cara menempel bentuk asli tumbuhan seperti daun atau bunga ke permukaan kain yang diinginkan.

Teknik membuat ecoprint ini prosesnya sederhana, tak menggunakan mesin dan tentunya ramah lingkungan. Seperti contoh, bahan utama bisa menggunakan kain katun, kain sutra, atau kulit (sepatu). 

Caranya, kain yang dibeli harus di mordanting atau di netralisir terlebih dahulu dengan direndam menggunakan larutan air tawas selama sehari. Setelah itu, dibilas dengan air biasa saja tanpa diterjen. 

"Kemudian, kain dibeberkan di lantai dan dialasi plastik. Setelah itu ambil daun-daun yang mengering. Yang paling bagus daun yang menguning, karena efek endapan klorofilnya bagus. Nah, kemudian kita tata sesuai desain yang diinginkan," ujar pengrajin batik ecoprint asal Kota Batu, Sugeng Pribadi atau biasa dipanggil Klemin, Rabu (12/5/2021).

Setelah tertata dengan baik, kemudian ditutup dengan plastik dan lipat sesuai besar kecilnya alat pengukus kain. Yakni digulung menggunakan pipa dan ditali. Untuk proses pengukusannya minimal selama 2 jam.

"Usai proses pengukusan, kemudian didinginkan beberapa menit. Setelah itu, dibuka dan diambil daunnya. Tentu daun yang diambil tidak dibuang, melainkan untuk bahan pembuatan kompos," ujarnya.

Kemudian, dianginkan selama 3 hari. Jika makin lama hasilnya pun makin bagus. Karena unsur oksidasi klorofilnya masuk ke pori-pori kain semakin kuat. Hal itu, agar kekuatan warnanya tidak gampang pudar.

Tahap terahkir yakni proses pengunci warna atau fiksasi. Fiksasi ini, perendaman kain dengan memakai air kapur, air tawas, atau air tunjung (fregmentasi besi berkarat). Perendaman ini dengan tujuan agar warna yang dihasilkan tidak luntur. 

"Proses perendaman diperlukan selama 5 menit. Setelah itu dianginkan selama 4 hari. Setelah melalui proses tahapan tersebut, kain ecoprint bisa dicuci," ujarnya.

Topik
batik ecoprintkeday kadobahan pembuatan batik ecoprintMusisi Sal PriadiKlemin

Berita Lainnya

Berita

Terbaru