Penambahan Kawasan RTH di 2022, DLH Kota Malang akan Bangun Alun-Alun Kedungkandang

May 11, 2021 14:32
Alun-alun Kota Malang (foto ilustrasi)
Alun-alun Kota Malang (foto ilustrasi)

MALANGTIMES - Perkembangan dan pembangunan kota yang pesat selalu menimbulkan dampak berupa masalah lingkungan. Hal ini, ditambah dengan semakin hilangnya ruang-ruang terbuka hijau kota sebagai akibat tingginya permintaan akan kebutuhan lahan.

Karena itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kota Malang berencana menambah ruang terbuka hijau (RTH). Yakni dengan membangun Alun-Alun Kendungkandang di tahun 2022. Hal itu dikatakan oleh Kepala DLH Kota Malang, Wahyu Setianto, Selasa (11/5/2021).

"Untuk persiapan anggarannya masih belum diketahui, karena masih menunggu Dana Insentif Daerah (DID) turun. Jika sudah, maka tinggal proses lelang saja," ujarnya.

Lanjutnya, sebelum melakukan pembangunan RTH, harus melalui berbagai kajian luas lahan kosong. Setelah itu, berkoordinasi dengan pihak Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) terkait penggunaan lahan kosong tersebut. "Jadi harus melalui kajian. Jika ada lahan kosong milik aset pemerintah, ya kita ajukan untuk pembangunan RTH melalui BPKAD," ujarnya.

RTH sendiri diwujudkan dalam bentuk taman, alun-alun dan median jalan. Yang berfungsi untuk mewadahi fungsi ekologis, estetis, dan sosial bahkan ekonomi. Namun terdapat ruang terbuka hijau publik yang ada tidak digunakan masyarakat dan tidak memenuhi fungsinya.

"Selain untuk penghijauan, Kami melakukan penanaman pohon di setiap kawasan itu juga berfungsi untuk mencegah adanya genangan air yang berlebih yang mengakibatkan banjir. Nah, jika ada lahan kosong lagi milik aset pemerintah, kita akan tanam pohon-pohon," ujarnya.

Selain itu, pihak Pemkot Malang juga berencana menambah lahan makam yang juga merupakan bagian dari RTH. Dibandingkan dengan kawasan lain, untuk membangun lahan makam baru diperlukan daerah yang luas. Seperti kawasan yang berada di Kedungkandang.

Pemberitaan sebelumnya, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika menyampaikan dewan sangat sepakat dengan rencana pembelian lahan tersebut. Sebab, RTH di Kota Malang sudah sangat berkurang. "Dengan adanya pengadaan makam, minimal bisa menambah RTH. Jadi, fungsinya ganda," ujarnya.

Made menyebut, kawasan Kecamatan Kedungkandang tampaknya menjadi kawasan yang tepat untuk menyediakan lahan makam baru. Pasalnya, dibandingkan kawasan lain, Kedungkandang merupakan daerah yang luas dan lahannya masih besar. "Idealnya Pemkot Malang bisa sediakan 10 hektare lahan pemakaman," ujarnya.

Topik
DLH Kota Malangdelman gratisWahyu Setianto

Berita Lainnya

Berita

Terbaru