Muncul Petisi Online, Desak Pihak Terkait Tindaklanjuti Indikasi Plagiasi Bacarek UIN Malang

May 08, 2021 22:09
Petisi online yang menuntut adanya tindakan terhadap bakal calon rektor UIN Maliki Malang yang terindikasi plagiarisme (Ist)
Petisi online yang menuntut adanya tindakan terhadap bakal calon rektor UIN Maliki Malang yang terindikasi plagiarisme (Ist)

MALANGTIMES - Baru-baru ini, muncul link http://chng.it/HnBmTHmNpetisi online yang ditujukan kepada Rektor, Dewan Etik, Menteri Agama, dan Mendikbud Dikti. 

Petisi itu berisi tiga tuntutan yang diharapkan bisa ditindaklanjuti pihak-pihak tersebut, terkait adanya salah satu Bakal Calon Rektor (Bacarek) yang berkontestasi dalam Pemilihan Rektor UIN Malang periode 2021-2025 terindikasi plagiasi

Link petisi online itu menyebar di media sosial, khususnya dikalangan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang.

Penjelasan dalam petisi online tersebut, sejalan dengan pemilihan rektor UIN Maliki Malang yang sedang berproses, petisi itu meminta pihak-pihak terkait untuk menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendididkan Nasional dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 17 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiasi di Perguruan Tinggi.

Karenanya, dalam petisi tersebut, di mana Undang-Undang yang disebutkan sebelumnya telah jelas mengatur terkait plagiasi, kemudian dalam petisi menyebutkan tiga tuntutan yang diharapkan bisa ditindaklanjuti yakni :

1. Memproses kasus plagiasi yang diduga dilakukan oleh salah seorang calon rektor dengan sungguh-sungguh dan transparan.
2. Memberikan sanksi administratif sesuai dengan tingkat kesalahannya menurut aturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Proses sanksi yang akan dilakukan tidak hanya berkaitan dalam proses pencalonan rektor, melainkan juga sanksi administratif secara keseluruhan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Aldi Nur Fadil Auliya, aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang juga inisiator petisi online serta alumnus UIN Maliki Malang menjelaskan, pihaknya sangat merasa malu ketika almamaternya telah meloloskan calon rektor yang jelas terindikasi plagiasi.

"Kampus UIN Malang adalah kampus yang besar, apalagi masuk dalam top 10 Islamic University di dunia. Jelas ini akan merusak citra UIN Malang," jelasnya, Sabtu (8/5/2021).

Karena itu, pihaknya berharap, agar adanya kasus yang saat ini telah banyak diketahui oleh publik ini, bisa segera ditindaklanjuti dan bisa segera terselesaikan sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku. 

Terlebih lagi, saat ini telah tersedia data-data maupun bukti yang semakin menguatkan indikasi perbuatan yang melanggar norma dan etika akademik tersebut.

"Saya mengharap betul ada tindakan dari rektor, dewan etik, kementrian agama, dan Mendikbud Dikti. Karena itu sudah menjadi konsumsi masyarakat dan pemberitaan di mana-mana, dan di sana sudah tersedia data-data dan bukti yang jelas. Bahkan ada pernyataan dari orang yang diplagiasi. Dan yang memplagiasi pernah memohon maaf atas tindakannya," terang Ketua Senat Mahasiswa UIN Malang periode 2019-2020 ini.

Selain itu, pihaknya juga berharap, agar lingkungan pendidikan di Indonesia khususnya pada perguruan tinggi bisa betul-betul menjaga nilai-nilai yang menjunjung tinggi karakter yang berkualitas dan bukan melakukan segala cara yang menyimpang untuk mencapai tujuan. 

Pihaknya juga menegaskan, agar tidak menganggap persoalan ini merupakan persoalan yang sepele. Sebab, persoalan ini tentunya akan menjadi halang rintang bagi kemajuan dunia pendidikan.

"Bukan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya, tapi benar-benar memiliki kapasitas dan kompetensi yang mumpuni. Kalau seperti ini terus bagaimana bisa menjadi bangsa yang maju? Jangan menganggap hal-hal seperti adalah persoalan yang sepele dan dilewatkan begitu saja," kata pria yang juga Ketua Dewan Penasehat Senat Mahasiswa PTKIN se-Indonesia ini.

Sementara itu, petisi online dengan judul "Bergerak Melawan Plagiarisme" hingga saat berita ini diturunkan, telah ditandatangani oleh 105 orang.

Mengenai isi lengkap petisi online dengan judul "Bergerak Melawan Plagiarisme", sebagai berikut :

Konstruksi “moral force” dan "social control" pergerakan mahasiswa yang selama ini berlangsung menjadi kekuatan strategis menghadapi permasalahan internal kampus dalam menyiasati berbagai tantangan perubahan. Meski keterlibatan kekuatan moral gerakan mahasiswa harus dalam bangunan etika dan moral.

Dalam konteks pemilihan rektor maupun kehidupan akademik secara umum, salah satu isu penting yang dinilai memiliki relasi dengan kepentingan publik adalah soal calon rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang diduga melakukan plagiasi. Karena problem plagiasi yang diduga pernah dilakukan salah satu calon rektor bukan sekedar merefleksikan permasalahan privat, tetapi secara prinsipil juga merupakan uji publik personal yang gagal menjadi “role model” dalam melembagakan nilai kejujuran dan kebenaran yang menjadi paradigma etik dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Untuk merespon kasus plagiasi salah satu Calon Rektor UIN Maliki Malang, maka kami mendesak para pihak yang berwenang untuk menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendididkan Nasional dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 17 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penangulangan Plagiasi di Perguruan Tinggi.

Kami menuntut pihak yang berwenang, baik rektor, dewan etik, Menteri Agama, dan Mendikbud Dikti:

1. Memproses kasus plagiasi yang diduga dilakukan oleh salah seorang calon rektor dengan sungguh-sungguh dan transparan.
2. Memberikan sanksi administratif sesuai dengan tingkat kesalahannya menurut aturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Proses sanksi yang akan dilakukan tidak hanya berkaitan dalam proses pencalonan rektor, melainkan juga sanksi administratif secara keseluruhan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Topik
petisi onlinebergerak melawan plagiasituntutan petisiguru di kabupaten blitarthe kalindsweet toothUIN Maliki Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru