Tak Ada Takbir Keliling di Malam Perayaan Idul Fitri 1442 H di Kota Malang

May 11, 2021 11:20
Potret malam takbir keliling sambut Hari Raya Idul Fitri. (Foto: source google).
Potret malam takbir keliling sambut Hari Raya Idul Fitri. (Foto: source google).

MALANGTIMES- Perayaan Hari Raya Idul Fitri sudah menjadi suatu hal yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam usai melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Berbagai macam kegiatan biasanya bakal memeriahkan penyambutan ini, salah satunya mengisi malam Idul Fitri dengan tradisi takbir keliling.

Di Indonesia, tradisi ini cukup banyak dilakukan di berbagai daerah dengan cara yang juga beragam. Ada yang menggelar pawai takbiran, ada juga yang menggunakan mobil untuk berkeliling kota sambil membunyikan musik dan menggaungkan takbir.

Namun, dalam situasi pandemi Covid-19 yang urung juga usai, maka kegiatan takbir keliling di tengah masyarakat kali ini di Kota Malang ditiadakan. 

Peniadaan kegiatan tradisi itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang No 14 Tahun 2021, tentang Pelaksanaan Kegiatan di Bulan Ramadan dan Idul Fitri 1442 H Tahun 2021 dalam Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19.

Yang mana, dalam hal ini masyarakat agar tidak melaksanakan takbir keliling, baik menggunakan mobil atau jalan kaki. Tetapi kegiatan takbir dilakukan di masjid atau musala menggunakan pengeras suara dengan jumlah orang terbatas. "Idul Fitir dilarang ada kegiatan takbir keliling," ujar Wali Kota Malang Sutiaji.

Selain melarang kegiatan tersebut, hal yang juga biasanya kerap dilakukan masyarakat tanah air adalah tradisi menyalakan petasan. Hal ini dianggap sebagai penyambutan perayaan malam Lebaran.

Namun, lagi-lagi, segala aktivitas yang mengundang keramaian termasuk pesta menyalakan petasan di malam Idul Fitri 1442 H di Kota Malang juga harus ditiadakan. "Dilarang membunyikan petasan saat Idul Fitri nanti," imbuhnya.

Lebih jauh, dalam SE tersebut juga berisi, agar setiap masing-masing wilayah di tingkat RT dan RW memberikan pengawasan dan penjagaan lingkungan. Sehingga, kegiatan yang memicu kerumunan tetap bisa dicegah sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19.

"Seluruh ketua RW dan ketua RT serta seluruh masyarakat kami harapkan meningkatkan keamanan lingkungan dan mengoptimalkan kegiatan siskamling di wilayahnya," tandasnya.

Topik
Berita MalangTakbir KelilingSutiaji

Berita Lainnya

Berita

Terbaru