Doa Pakai Baju Baru saat Lebaran serta Adab Berpakaian

May 11, 2021 21:10
Lebaran (Foto: id.theasianparent.com)
Lebaran (Foto: id.theasianparent.com)

INDONESIATIMES - Menjelang Lebaran atau Idul Fitri, biasa kita membeli dan mengenakan baju baru. Hal ini juga sudah menjadi tradisi hampir di seluruh dunia. 

Namun sebenarnya, dalam Islam tak harus baru asalkan pakaian itu bersih dan layak untuk dipakai. Islam juga memberikan tuntutan hingga hal-hal kecil, seperti berdoa saat mengenakan pakaian baru.

Salah satu tujuan membaca doa saat mengenakan pakaian baru ialah agar manusia tak lupa bersyukur atas rezeki dan karunia Allah SWT. Berpakaian juga merupakan kewajiban manusia untuk menutup aurat. 

Tak cuma itu, berdoa juga bertujuan untuk memohon pelindungan dari Allah SWT. Saat mengenakan baju baru, harapannya agar seseorang itu bisa terhindar dari rasa sombong dan ria.

Lantas bagaimana bacaan doa saat mengenakan pakai baru? Berikut ulasannya:

1. Doa memakai baju baru.

اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ أنْتَ كَسَوْتَنِيهِ أسألُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ ما صُنِعَ لَهُ وأعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرّ ما صُنِعَ لَهُ

Allâhumma lakal hamdu anta kasautanîhi, as-aluka khairahu wa khaira mâ shni‘a lahû wa a‘ûdzu bika min syarrihi wa syarri mâ shuni‘a lahu

"Ya Allah, segala puji hanya untuk-Mu. Engkau telah memakaikan pakaian ini kepadaku. Aku meminta kepada-Mu akan kebaikannya dan kebaikan yang dibuat untuknya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang dibuat untuknya." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidziy dan Al-Baghawiy)

2. Mendoakan orang yang mengenakan baju baru.

تُبْلِي وَيُخْلِفُ اللَّهُ تَعَالَى

Tublii wa yukhlifullaahu ta'aalaa

"Semoga berumur panjang, dipakai sampai usang, dan diganti dengan yang lebih baik oleh Allah Ta'ala." (HR. Abu Dawud 4/41, lihat Shahih Abu Dawud 2/760)

Atau membaca doa:

اِلْبَسْ جَدِيْدًا، وَعِشْ حَمِيْدًا، وَمُتْ شَهِيْدًا

Ilbas jadiidan, wa ‘isy hamiidan, wa mut syahiidan.

"Pakailah (pakaian) yang baru, hiduplah dengan terpuji, dan matilah sebagai orang yang syahid." (HR. Ibnu Majah 2/1178 dan Al-Baghawiy 12/41, lihat Shahih Ibnu Majah 2/275).

3. Doa memakai baju sehari-hari.

الحمد لله الهلادزي كاساني هزاع ورزاقاني من غيري هولي منني ولا قوه

Alhamdulillahilladzi kasani hadza wa razaqanihi min ghairi haulin minni wa la quwwah

"Segala puji bagi Allah yang telah memakaikan kepadaku pakaian ini dan yang telah memberikan rizki pakaian ini kepadaku tanpa ada daya dan kekuatan dariku." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidziy dan Ibnu Majah, lihat Irwaa`ul Ghaliil 7/47).

4. Doa ketika melepas baju.

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لَا إِلهَ إِلاَّ هُوَ

Bismillâhil ladzî lâilâha illâ huwa

Artinya: "Dengan nama Allah yang tiada tuhan selain Dia."

Adab berpakaian

1. Menutup aurat sesuai batasan.

Antara perempuan dan laki-laki batas auratnya berbeda. Untuk aurat perempuan yakni seluruh badan kecuali kedua telapak tangan dan wajah. 

Smentara untuk aurat laki-laki sendiri berada di antara pusar hingga lutut. Surat Al Ahzab ayat 59 menjelaskan mengenai adab seorang perempuan dalam berpakaian.

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَاۤءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيْبِهِنَّۗ ذٰلِكَ اَدْنٰىٓ اَنْ يُّعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

Artinya:

"Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al Ahzab: 59).

2. Berpakaian yang tidak menyerupai lawan jenis.

Mengenai adab berpakaian satu ini diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas RA, beliau berkata: "Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-laki," (HR. Bukhari no. 5885).

Abdullah bin Abbas RA berkata: "Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang kebanci-bancian dan para wanita yang kelaki-lakian". Dan Nabi juga bersabda: "keluarkanlah mereka dari rumah-rumah kalian!" (HR. Bukhari no. 5886).

3. Tidak berlebihan

Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, dalam Islam diajarkan agar umatnya tidak terlalu berlebihan dalam mengenakan pakaian. 

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ فِي الدُّنْيَا أَلْبَسَهُ اللَّهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya:

"Siapa yang memakai pakaian syuhrah di dunia, maka Allah akan memberinya pakaian hina pada hari kiamat." (HR. Abu Daud).

4. Memulai dari kanan.

Dari ‘Aisyah RA, beliau berkata: "Nabi Muhammad SAW membiasakan diri mendahulukan yang kanan dalam memakai sandal, menyisir, bersuci dan dalam setiap urusannya." (HR. Bukhari).

5. Berdoa.

Sebelum mengenakan pakaian, sebaiknya berdoa terlebih dahulu. Baik itu doa mengenakan pakaian baru maupun doa mengenakan pakaian sehari-hari.

Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru