Penuh Keistimewaan, Begini Sejarah Idul Fitri yang Bertepatan dengan Peristiwa Badar

May 11, 2021 09:00
Idul Fitri (Foto: gramho.com)
Idul Fitri (Foto: gramho.com)

INDONESIATIMES - Hari Raya Idul Fitri menjadi salah 1 momen yang ditunggu oleh umat Islam seluruh dunia. Hari raya umat Islam ini dilaksanakan setelah menjalani puasa Ramadan selama 1 bulan atau 30 hari. 

Pada pagi hari usai malam takbiran, umat Islam akan melaksanakan salat Idul Fitri. Biasanya, setelah salat Idul Fitri, terdapat tradisi saling berkunjung ke rumah saudara untuk silaturahmi. 

Lebih tepatnya digunakan untuk kegiatan saling meminta maaf dan mengekspresikan kebahagiaan setelah menjalani hari penuh di bulan Ramadan.

Namun, tak banyak yang tahu perayaan Idul Fitri ini rupanya memiliki sejarah panjang dari zaman Nabi. Sebuah riwayat menceritakan tentang asal mula terjadinya Hari Raya Idul Fitri yang disyariatkan pada tahun pertama bulan Hijriyah. 

Namun baru dilaksanakan setelah tahun ke-2 Hijriyah. Hari itu bertepatan dengan peristiwa perang Badar, saat kaum muslimin berhasil meraih kemenangan perang skala besar untuk pertama kalinya.

Sejarah Idul Fitri

Jauh sebelum Islam datang, masyarakat jahiliyah di Arab Saudi memiliki 2 hari raya, yakni hari raya Nairuz dan Mahrajan. Hari raya itu dirayakan dengan sambutan pesta pora yang tidak bermanfaat. 

Masyarakat memperingati 2 hari raya id dalam setahun di mana kondisi cuaca, panas, dan dingin stabil. Ukuran cuaca siang dan malam pada 2 hari raya ini sama saja. 

Hari Id Nairuz merupakan awal hari di mana kedudukan matahari beralih ke titik Aries (ekuinoks vernal). Sedangkan hari id Mahrajan adalah awal hari Libra.

Kemudian setelah datangnya Islam, Allah SWT mengganti isi peringatan ke-2 hari raya masyarakat Arab dengan ekspresi kebahagiaan yang jauh dari kandungan dosa. Abu Dawud dan An-Nasai mendokumentasikan kedatangan Nabi Muhammad SAW ke Madinah kala itu pada 622 M. 

Diawali dengan kesinggahan di Quba, pinggiran kota Madinah, Nabi Muhammad SAW mendapati 2 hari raya yang berlaku sejak lama di masyarakat tersebut. Sahabat Anas RA lantas bercerita bahwa saat Rasulullah SAW mendatangi Madinah, masyarakat setempat  memiliki 2 hari raya di mana mereka bermain dan berpesta pora di dalamnya.

"Allah telah menggantikan keduanya dengan dua hari raya yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya Idul Adha dan hari raya Idul Fitri," kata Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah.

Untuk diketahui, pada perayaan Idul Fitri pertama, kaum muslimin merayakan 2 kemenangan perdana yakni pencapaian ritual puasa Ramadan setelah berjuang menahan lapar, haus, dan hawa nafsu, sekaligus keberhasilan dalam Perang Badar. Makna kemenangan ini memiliki 2 perspektif, yaitu spiritual dan sosial. 

Seiring dengan turunnya kewajiban menunaikan ibadah puasa Ramadan pada tahun ke-2 Hijriyah, turun pula hadis tersebut oleh Rasulullah. Pada tahun ke-2 Hijriyah ini juga bertepatan dengan peristiwa Badar. 

Peperangan yang terjadi pada 17 Ramadan karena aksi monopoli pasar dan blockade aktivitas dagang oleh kaum Quraisy Mekah terhadap muslim Madinah. Pasukan yang dipimpin oleh Abu Jahal kala itu membawa pasukan besar sekitar 1.000 tentara lengkap dengan peralatan perang, sedangkan Nabi dari arah Madinah hanya membawa 300 sahabat yang kemudian menuju Badar.

Meski jumlah pasukan Nabi jauh lebih kecil dibandingkan kaum kafir tersebut, atas izin Allah SWT kaum Muslimin berhasil memenangkan perang tersebut. Melihat dari sejarahnya, tak heran jika Idul Fitri kerap disebut sebagai hari kemenangan.

Jika dahulu Idul Fitri adalah perayaan dari kemenangan perang, kini Idul Fitri menjadi perayaan dari kemenangan umat Islam dari menahan hawa nafsu, haus dan lapar saat berpuasa satu bulan di bulan Ramadhan.

5 Keistimewaan Idul Fitri

1. Membawa kebahagiaan dan kegembiraan.

Dalam Alquran melalui surat Yunus ayat 58, Allah SWT berfirman:

Qul bifadlillaahi wa birahmatihii fa bizaalika falyafrahu, huwa khairum mimmaa yajma'un

Artinya:

"Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan"."

Hari Raya Idul Fitri merupakan hari saat umat muslim di seluruh dunia berbahagia dan bergembira karena Allah SWT. Hal itu karena mereka berhasil menyempurnakan ibadahnya dan memperoleh pahala puasa.

2. Merupakan hari baik.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda:

"Allah telah memberi ganti bagi kalian dua hari yang jauh lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha." (HR. Ab Daud dan An-Nasa’i dengan sanad hasan)

Hadis itu menjelaskan bahwa Idul Fitri adalah hari yang lebih baik dari pada hari-hari lainnya.

3. Hari kembali berbuka.

Idul Fitri juga menjadi hari untuk kembali berbuka. Hal ini didasarkan atas makna dari kata 'Id' dan 'fitri'. 

Kata 'Id' berasal dari kata aada – yauudu yang berarti 'kembali'. Sedangkan fitri  diartikan sebagai buka puasa untuk makan.

Fitri berarti buka puasa berdasarkan akar kata ifthar (sighat mashdar dari aftaro– yufthiru) dan didasarkan atas hadits berikut. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidaklah keluar pada hari Idul Fitri (ke tempat shalat) sampai beliau makan beberapa kurma terlebih dahulu. Beliau memakannya dengan jumlah yang ganjil." (HR. Bukhari)

4. Kembali suci.

Keistimewaan lainnya yakni, Idul Fitri merupakan hari kembali suci. Hal itu berkaitan dengan makna kata 'fitri' yang berarti suci, dan bersih dari segala dosa-dosa. 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda:

"Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

"Barangsiapa mendirikan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Hari pembagian hadiah.

Selain itu Idul Fitri juga merupakan hari pembagian hadiah. Pembagian hadiah ini artinya umat Islam yang telah 1 bulan berpuasa serta mengerjakan amalan shaleh karena Allah SWT maka akan memperoleh hadiah berupa ganjaran atau pahala atas ibadahnya.

Topik
Idul Fitriperang badarsejarah idul fitri

Berita Lainnya

Berita

Terbaru