Aksi Bentrok Polisi Israel dengan Warga Palestina Pecah di Masjid Al-Aqsa, 178 Warga Luka-luka

May 08, 2021 11:03
Bentok polisi Israel dengan warga Palestina (Foto: AP Photo/Maya Alleruzzo)
Bentok polisi Israel dengan warga Palestina (Foto: AP Photo/Maya Alleruzzo)

INDONESIATIMES - Polisi Israel melemparkan peluru karet dan granat kejut ke arah pemuda Palestina di Masjid Al-Aqsa Yerusalem. Peristiwa itu terjadi pada hari Jumat (7/5/2021) malam hari. 

Melansir melalui Reuters, setidaknya terdapat 178 warga Palestina dan 6 petugas terluka dalam bentrokan tersebut. Bentrokan ini terjadi di tengah meningkatnya kemarahan masyarakat Palestina atas potensi penggusuran warga Palestina dari wilayah yang dicaplok oleh pemukim Yahudi.

Dalam aksi bentrok ini, ribuan warga Palestina berhadapan dengan ratusan polisi Israel yang memakai perlengkapan antihuru-hara.

Mereka melakukan protes terkait pembatasan akses oleh Israel ke beberapa bagian Kota Tua selama bulan suci Ramadan ini. Selain itu, ada pula perintah agar mereka meninggalkan rumah karena segera dilakukan penggusuran. 

Sebagai pengganti, masyarakat Israel yang akan mengisi tempat tersebut. "Jika kita tidak mendukung masyarakat di sini, (penggusuran) akan (datang) ke rumah saya, rumahnya, rumahnya dan kepada setiap warga Palestina yang tinggal di sini," kata slaah satu pengunjuk rasa Bashar Mahmoud (23). 

Akibat bentrokan ini, Layanan ambulans Bulan Sabit Merah Palestina menyebut jika 88 orang Palestina yang terluka dibawa ke rumah sakit setelah terkena peluru logam berlapis karet. Salah satu yang terluka bahkan sampai kehilangan 1 mata.

Kemudian 2 orang menderita luka di kepala serius dan 2 lainnya patah rahang. Terkait insiden ini, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menganggap jika Israel bertanggung jawab atas perkembangan berbahaya dan serangan berdosa yang terjadi di kota suci itu. 

Abbas juga meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan sesi mendesak tentang masalah tersebut. PBB pun turut angkat bicara, lewat Juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Rupert Colville agar Israel menghentikan langkahnya.

"Kami menyerukan kepada Israel untuk segera menghentikan semua penggusuran paksa, termasuk yang terjadi di Sheikh Jarrah, dan untuk menghentikan aktivitas apa pun yang selanjutnya akan berkontribusi pada lingkungan yang memaksa dan mengarah pada risiko pemindahan paksa," katanya. 

Topik
Palestinaaksi bentrokBentrokanTend hijab

Berita Lainnya

Berita

Terbaru