Pertimbangkan Pandemi Covid-19, Bapenda Kabupaten Malang Tak Naikkan NJOP

May 07, 2021 20:30
Plt Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Plt Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang masih belum menaikkan nilai jual objek pajak (NJOP). Hal itu karena masih mempertimbangkan situasi pandemi covid-19 yang belum usai hingga kini.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara mengaku tidak ingin mengambil risiko di tengah kesulitan masyarakat memulihkan perekonomian di masa pandemi covid-19. Karena menurutnya, jika NJOP dinaikkan tentunya akan menimbulkan permasalahan tersendiri di tengah masyarakat. 

“Saat ini kami masih memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memulihkan perekonomian lebih dulu. Karena kami tidak ingin membebani (masyarakat, red) dengan menaikkan NJOP,” terang Made.

Sejauh ini Made mencatat bahwa dalam 2 dekade terakhir Kabupaten Malang belum melakukan penyesuaian NJOP.

Dalam hal ini, Made menjelaskan bahwa naiknya NJOP nantinya dapat berdampak pada meningkatnya nilai jual tanah. Dengan kata lain, Pemkab Malang saat ini masih memetakan wilayah yang nantinya akan dapat masuk dalam kategori bisa disesuaikan.

“Jika dilihat sisi masyarakat, keuntungannya jika NJOP naik kan secara otomatis harga tanah juga naik, tapi jual tanah itu tidak melihat NJOP, lihatnya perolehan,” kata dia.

Sejauh ini Made mengaku pihaknya pelan-pelan akan melakukan sosialisasi penyesuaian pajak. Hal itu agar jika nantinya NJOP ditetapkan naik, masyarakat dapat mengerti dan memahami, sehingga tidak menimbulkan polemik.

Bahkan Made menegaskan bahwa penyesuaian NJOP nantinya juga dilakukan secara bertahap agar masyarakat juga tidak keberatan.

Di sisi lain, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang itu menerangkan jika rencana pembangunan tol Malang-Kepanjen akan berimbas pada kenaikan harga tanah di wilayah yang dilewati.

“Sangat berpengaruh jika ada tol (Malang-Kepanjen), karena nilai jual (tanahnya) pasti tinggi,” kata dia.

Topik
NJOP Kabupaten Malangbapenda kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru