Sepakat Larangan Mudik, Rektor UIN Malang Imbau Pegawai Ikut Aturan

May 07, 2021 15:19
Rektor UIN Maliki Malang, Prof Abdul Haris (Ist)
Rektor UIN Maliki Malang, Prof Abdul Haris (Ist)

MALANGTIMES- Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, turut mengikuti aturan larangan mudik. Untuk itu, Rektor UIN Maliki Malang, Prof Abdul Haris memberikan imbauan terhadap semua pegawai UIN Maliki Malang agar tak mudik dan menaati peraturan pemerintah. "Kami sudah imbau itu. Dan kita mengikuti itu," ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, selama lebaran nantinya para pegawai tentunya tak semua libur. Para pegawai tetap dijadwalkan masuk secara bergantian sehingga pelayanan di kampus tetap berjalan.

Larangan mudik lebaran ini juga merupakan langkah dan upaya UIN Maliki Malang membantu pemerintah mengurangi penyebaran COVID-19. Sehingga lingkungan kampus juga akan ikut terjaga dari bahaya dan penyebaran Covid-19. 

"UIN berkomitmen untuk bersinergi dan mengikuti pemerintah untuk mengurangi dan mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan kampus sehingga nantinya para pegawai bisa tetap sehat," bebernya.

Di UIN Maliki Malang sendiri, jumlah para pegawai, baik dosen maupun para karyawan berjumlah 1.200 lebih. Saat ini, dikatakannya, jika semua pegawai, terlebih lagi mereka yang berdomisili di luar kota, sepakat untuk tidak mudik.

"Meskipun tidak mudik, tentunya kami imbau para pegawai tetap mematuhi protokol kesehatan COVID-19. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan," ungkapnya. 

Sementara itu, larangan mudik Lebaran 2021 telah berlaku mulai hari ini, Kamis 6 Mei 2021. Larangan mudik 2021 ini juga berlaku untuk mudik lokal demi menekan penyebaran virus corona penyebab Covid-19.

Ketentuan peniadaan mudik dan pengetatan perjalanan tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021. Dalam SE tersebut, dijelaskan bahwa setiap anggota masyarakat dilarang melakukan perjalanan antarkota/kabupaten/provinsi/negara untuk tujuan mudik.

Selain itu, pada 22 April hingga 5 Mei dan 18-24 Mei 2021, pemerintah juga memberlakukan aturan tambahan berupa pengetatan perjalanan. 

Topik
UIN Maliki Malanglarangan mudikProf Abdul Haris

Berita Lainnya

Berita

Terbaru