Berkah Ramadan, Pemuda di Kota Malang ini Raup Banyak Keuntungan dari Parcel Lebaran

May 07, 2021 10:49
Aldi Christian, pemuda asal Kedungkandang Kota Malang saat menghias pesanan parcel usahanya. (Foto: Istimewa).
Aldi Christian, pemuda asal Kedungkandang Kota Malang saat menghias pesanan parcel usahanya. (Foto: Istimewa).

MALANGTIMES - Ramadan bulan penuh berkah memang bukan slogan semata. Banyak masyarakat yang memanfaatkan momen bulan puasa ini untuk membuat karya.

Salah satu yang cukup laris dan diminati oleh pembeli yakni parcel Lebaran. Beragam isian yang unik dan dihias cantik itu kerap menjadi pilihan warga untuk mengirimkan ke kolega ataupun saudara dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Di Kota Malang, bisnis ini rupanya cukup menguntungkan bagi salah satu pemuda asal Kedungkandang, Kota Malang, Aldi Christian. Ia memulai usaha menghias parcel lebaran sejak 4 tahun terakhir ini.

Tak disangkanya, usaha yang digelutinya ini cukup membuahkan hasil. Rata-rata ia mendapat pemesan dari perusahaan oto bus di Malang hingga perusahaan-perusahaan ternama di Kota Kota Malang.

Bahkan tahun ini, sejak 2 pekan jelang Lebaran tahun 2021 ini, ia mengungkapkan banjir pesanan pembuatan parcel. "Di 2 minggu jelang lebaran ini saya sudah menerim sekitaran 400 pack parcel lebaran," ungkapnya. 

Menurut Aldi, terkait parcel buatannya ini diisi beragam, mulai dari jajanan khas di hari lebaran hingga barang pecah belah. Bahkan, di situasi pandemi Covid-19 ini banyak pelanggannya yang memesan parcel lebaran dengan model hampers berisi paket kesehatan.

"Jadi sekarang yang lagi trend itu ada paket stay healthy, semacam hand sanitizer, masker, gitu," jelasnya.

Dikatakannya, pemesanan tahun ini melonjak lantaran masih dalam situasi pandemi Covid-19. Di mana, banyak orang yang tidak mudik lebaran karena adanya larangan dari Pemerintah pusat. Sehingga, pelanggannya memilih untuk mengirimkan parcel lebaran kepada kolega, sahabat dan keluarganya.

"Pandemi gini malah lebih banyak yang pesan, karena banyak yang tidak mudik. Jadi ada orang luar kota yang pesan untuk kawan, atau saudaranya yang ada di Malang," katanya.

Untuk mensiasati jumlah pesanan yang membludak agar tetap sesuai tenggat waktu pengiriman, Aldi mengatakan, proses pengerjaan parcel lebaran dibantu 15 pekerja lainnya. Ia memperkerjakan muda-muri di sekitar area rumahnya.

"Ada 15 orang yang bantu. Rata-rata ya anak sini sendiri yang tak punya pekerjaan, jadi saya beri aktifitas biar ada penghasilan," terangnya.

Proses promosi dari usahanha ini, dilakukan lewat media sosial dan e-commeece. Sedangkan, untuk harga, pria berusia 21 tahun ini mengaku harga parcel lebaran dan hampers yang dibuatnya ini dipatok mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 3 jutaan.

"Itu bergantung isiannya, ada yang mulai Rp 100 ribu sampai Rp 3 juta" pungkasnya.

Topik
Parcel lebaranKota MalangMedia SosialJawa Barat

Berita Lainnya

Berita

Terbaru