Menjelang Sore Hari, 18 Mobil Diarahkan Putar Balik di Pos Pengamanan Exit Tol Madyopuro

May 06, 2021 18:11
Petugas pos pengamanan Exit Tol Madyopuro Malang saat mengarahkan salah satu pengendara yang berasal dari Sidoarjo untuk berbalik arah ke daerah asalnya, Kamis (6/5/2021). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES) 
Petugas pos pengamanan Exit Tol Madyopuro Malang saat mengarahkan salah satu pengendara yang berasal dari Sidoarjo untuk berbalik arah ke daerah asalnya, Kamis (6/5/2021). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Petugas gabungan dari unsur Polresta Malang Kota, Kodim 0833/Kota Malang, Dinas Perhubungan, Denpom dan dari Dinas Kesehatan mulai melalukan penyekatan secara perdana pada hari Kamis (6/5/2021) di Pos Pengamanan Exit Tol Madyopuro, Kota Malang. 

Berdasarkan hasil pemantauan dari MalangTIMES.com, pada hari Kamis (6/5/2021) per pukul 14.00 WIB setidaknya terdapat 18 mobil yang diarahkan petugas untuk berputar balik kembali ke daerah asalnya dengan berbagai alasan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. 

"Ini yang saya suruh putar balik kurang lebih sekitar 18 kendaraan. Ada yang dari luar kota ada yang tidak memenuhi syarat untuk perjalanan. Ada yang memang mau mudik dan ada yang mau kerja. Dan 18 kendaraan dari plat luar semua," ungkap Kepala Pos Pengamanan Exit Tol Madyopuro Malang AKP Suwarno kepada MalangTIMES.com, Kamis (6/5/2021). 

Perwira yang juga menjabat sebagai Kanit Turjawali Satlantas Polresta Malang Kota ini menuturkan bahwa dari 18 kendaraan yang diarahkan berputar balik ke daerah asalnya merupakan kendaraan dengan nomor polisi diluar plat N. 

"18 kendaraan dari plat luar semua. Mayoritas plat L (Surabaya, red), W (Sidoarjo, red), S (Mojokerto, red)," ujarnya. 

Petugas Pos Pengamanan Exit Tol Madyopuro Malang saat memeriksa kelengkapan dokumen perjalanan.

Suwarno pun menjelaskan bahwa terdapat beberapa persyaratan yang harus disertakan oleh pengendara jika akan melanjutkan perjalanan masuk ke wilayah Kota Malang di tengah imbauan dan larangan untuk masyarakat melakukan mudik di momentum Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. 

"Kalau memang karyawan, kami meminta surat jalan dari perusahaannya atau dari kelurahan. Lalu kalau dari ASN (Aparatur Sipil Negara, red), TNI, Polri harus ada surat izin dari satuan masing-masing pimpinan dengan disertai stampel basah," jelasnya. 

Lanjut Suwarno bahwa kendaraan yang dapat melintas masuk ke wilayah Kota Malang adalah kendaraan yang berasal dari wilayah Rayon 2. Yakni Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo dan Kota Probolinggo. 

"Malang Pasuruan Probolinggo boleh melakukan perjalanan, tapi bukan untuk mudik. Kita mengikuti peraturan yang ada," tegasnya. 

Pihaknya bersama petugas gabungan terus mengimbau kepada masyarakat luas yang akan menempuh perjalanan ke wilayah Kota Malang agar terus mematuhi protokol kesehatan (prokes). 

"Pemerintah sudah menginstruksikan bahwa mudik itu dilarang. Tidak ada mudik lokal atau interlokal itu nggak ada, semua mudik dilarang. Cuma kita ada wilayah rayon 2 yang memberikan kelonggaran untuk keluar jalanan saja tidak untuk mudik ya," terangnya. 

Dalam Pos Pengamanan Exit Tol Madyopuro Malang, dikatakan Suwarno juga menyediakan rapid tes antigen untuk pengendara yang berdomisili di wilayah Rayon 2 berdasarkan pengecekan KTP (Kartu Tanda Penduduk) namun kendaraan dengan nomor polisi di luar plat N. 

"Banyak yang mau alasan, tapi ya gitu tetap kita cek tujuan dan kelengkapan seperti apa. Kita kalau cek KTP kan nggak bakal lolos. Itu tadi ada yang dari Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Jember. Karena memang sudah melalui wilayah yang ditentukan. Sidoarjo tidak boleh ya masuk (untuk mudik, red) ke Malang, Malang pun juga gitu sebaliknya," jelasnya. 

Salah seoranh pengendara yang menjalani rapid antigen di Pos Pengamanan Exit Tol Madyopuro Malang.

Sementara itu, salah satu pengendara bernama Bayu Wijaya (24) yang mengendarai mobil dari Kabupaten Pasuruan ke Kota Malang dengan nomor plat DK harus diberhentikan oleh petugas. 

"Saya dari Pasuruan mau ke Malang. Ke Malang mau ke rumah saudara saja sih. Soalnya kampung aslinya di Pasuruan," ujarnya. 

Akhirnya Bayu bersama dua penumpang didalam satu mobil tersebut diperiksa kelengkapan kendaraan dan harus menjalan rapid tes antigen di Pos Pengamanan Exit Tol Madyopuro Malang. 

"Iya saya diberhentikan disuruh rapid tes antigen dulu. Mungkin karena mobil saya plat DK. Ya setelah di rapid perasaan lebih segar dan hasilnya tadi diberitahukan negatif," terangnya. 

Sebagai informasi bahwa hingga pukul 14.00 WIB, twrdapat empat pengendara yang dilakukan rapid tes antigen dan semuanya menunjukkan hasil negatif Covid-19. Dan dipersilahkan untuk melanjutkan perjalanan melewati Pos Pengamanan Exit Tol Madyopuro Malang.

Topik
kualitas airpengamanan mudiktim sepakbola

Berita Lainnya

Berita

Terbaru