Tercurah dalam Sastra, Tergetarnya Hati Rektor UIN Malang Melihat Dua Sosok Wanita di Tlogomas

May 06, 2021 16:32
Rektor UIN Maliki Malang Prof Abdul Haris (Doc MalangTIMES)
Rektor UIN Maliki Malang Prof Abdul Haris (Doc MalangTIMES)

MALANGTIMES - Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang Prof Abdul Haris terusik hatinya kala berada di kawasan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tlogomas. Keterusikannya kemudian dicurahkan dalam sebuah puisi berjudul Pengemis dan Puasa: Sebuah Masalah Orang Miskin Kota.

Dijelaskannya, kala itu ia melihat dua wanita yang ternyata merupakan menantu dan mertua. Saat itu, mereka tengah berjaga-jaga di kawasan bilik ATM sembari mengedarkan amplop kepada semua orang yang datang. 

Tergerak hati, ia kemudian mendatangi kedua orang tersebut. Sempat berbincang panjang lebar, ia kemudian meminta izin untuk memfoto keduanya bahkan hingga kartu identitas keduanya. Lantas dokumentasi foto tersebut ia kirimkan kepada pejabat kelurahan, bupati, walikota bahkan hingga kepada Rektor UMM maupun Rektor Unisma.

"Ini ibu-ibu yang mangkal di pom bensin Tlogomas, semoga bisa kita bantu. Puasa itu berdampak pada kepedulian sosial, ternyata banyak yang harus diperhatikan," jelas Rektor kelahiran Lamongan itu, (6/5/2021).

Sementara itu, berikut ketergerakan hati Rektor UIN Malang yang tertuang dalam sastra puisi, di mana merasa iba saat melihat dua sosok wanita yang berharap sedikit kepedulian sesama untuk menyambung hidupnya. 

PENGEMIS DAN PUASA,
Sebuah Masalah Orang Miskin Kota.

Tidak kusangka tiba-tiba tumbuh rasa iba.
Dua ibu, menantu dan mertua, berjaga-jaga.
Bahkan dengan anak-anak mereka sekeluarga.
Di ATM di pom bensin Tlogo Mas Barat UNISMA.
Sebelum UMM dan sebelah timur kampus megah.
Sepertinya mereka mengedarkan amplop dan meminta-minta. Setiap kali orang datang ke ATM disapa mereka.

Dengan izin mereka saya foto berdua.
Tunjukkan identitas dengan KTP sesuai nama.
Bahkan alamat mereka tercantum dengan ceta.
Aku dialog katanya sih rumah mereka rebah.
Aku percaya apalagi ini bulan puasa.
Setidaknya lihat penampilan mereka yang sangat sederhana.
Allah pasti tahu yang sebenarnya tanpa lengah.

Foto-foto itu saya kirim ke ibu lurah.
Aku kirim juga ke Rektor UMM dan Rektor UNISMA.
Bahkan aku kirim ke Bupati Malang dan Walikota.
Entahlah mungkin ini sedikit saja rasa aku punya jiwa.
Mungkin juga implikasi dari sebuah ibadah puasa.
Namun saya berdo'a semoga  aku bisa ikut merasa.
Betapa pun mereka adalah rakyat Indonesia.
Bahkan di kota yang mungkin sangat ramah manusia.

Jika saja Bapak Walikota sedia.
Bisa perintah kepada dinas sosial dan lainnya.
Bahkan jika perlu para rektor datang bersama.
Mengatasi problem kemiskinan di sekitar orang kaya.
Bisa juga melibatkan NU dan Muhammadiyah.
Biar riil program dakwah bukan hanya bisa ceramah belaka.

Dospundi Pak Sanusi dan Pak Sutiaji.
Nopo meniko mboten sae dan prayogi?

Malang, 6 Mei 2021
'Abd Al Haris Al Muhasibiy

Topik
UIN MalangRektor UINRektor UIN Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru