Bersama Ketua GP Ansor Jatim, Rektor UIN Malang Bahas Peran Pemuda dalam Pengembangan Perguruan Tinggi

May 06, 2021 07:52
Ketua GP Ansor Jawa Timur Gus Syafiq Syauqi dan Rektor UIN Malang Prof Abdul Haris (kanan).(Ist)
Ketua GP Ansor Jawa Timur Gus Syafiq Syauqi dan Rektor UIN Malang Prof Abdul Haris (kanan).(Ist)

MALANGTIMES - Syiar Ramadan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang bersama Ketua GP Ansor Jawa Timur Syafiq Syauqi membahas peran pemuda dalam pengembangan perguruan tinggi Islam di Indonesia. 

Dalam upaya itu, ketua GP Ansor mengatakan, UIN segmennya berada di Ansor. Ceruk yang bisa digarap UIN terhadap Ansor sangatlah besar. Hal ini didukung oleh kader-kader Ansor yang mumpuni. Sebab, saat ini, GP Ansor telah mempunyai cyber Ansor.

"Transformasi media juang. Jika sebelumnya kita berjuang di kader bawah secara tatap muka dan secara langsung, sekarang harus memanfaatkan teknologi. Kita punya cyber Ansor. Ada persyaratan 25 persen kader harus komunitas digital. Kalau tidak, akreditasi bisa turun," jelas pria yang akrab disapa Gus Syafiq itu.

Kendati memanfaatkan teknologi,  konsolidasi para kader tidak menjadi kendala. Bahkan pengaderan juga sempat berlangsung sercara hybrid. Per pekan, terdapat 1.500 kader baru di Jawa Timur dan di tingkatan kecamatan secara bergantian.

"Makanya kalau berbicara peran pemuda dalam pengembangan, UIN segmennya ada di Ansor. Mayoritas teman-teman ada di UIN dan IAIN beberapa daerah, mulai mahasiswa sampai ada yang dosen," beber Gus Syafiq.

Terdapat banyak harapan dari Ansor terhadap UIN, khususnya UIN Malang. Selama ini, menurut Gus Syafiq, UIN Maliki Malang telah bertransformasi begitu besar.  Dari keilmuan yang dikotomi sudah berkembang ke integratif kolaboratif. Sehingga, semangat kolaboratif inilah yang harusnya ditangkap UIN di seluruh Indonesia maupun para pemuda untuk bisa berkembang bersama. 

Gus Syafiq juga mengatakan, mobilisasi vertikal dari kader Ansor satu-satunya cara adalah lewat pendidikan. Seperti diketahui, para anggota Ansor hingga sampai pada ranting-ranting di desa. Sedangkan di UIN sendiri, banyak hal yang bisa menjadi daya tarik atau daya jual. 

"Tentunya, harapan kami, mereka yang ada di desa ada upaya untuk meningkatkan kapasitas. Kami akan sangat berterima kasih apabila ada perguruan tinggi yang sosialisasi untuk mereka agar mereka meningkatkan kapasitasnya," bebernya.

Terlebih lagi, di UIN telah banyak melahirkan guru besar dan banyak terdapat jurusan yang bisa menjadi alternatif para pemuda Ansor guna melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi sesuai dengan passion-nya. Para anggota Ansor kesemuanya merupakan pemuda generasi produktif. 

Diharapkan, setelah nantinya menempuh pendidikan, mereka bisa terdistribusi sesuai dengan bidangnya masing-masing. "Perlu ada pendidikan yang terarah sehingga bisa diterima publik luas. Harapannya bisa mengantarkan kader dan membantu distribusi, Kami sangat berharap UIN mempersiapkan untuk ini," ungkao Gus Syafiq.

Sementara, Rektor UIN Maliki Malang Prof Abdul Haris menjelaskan,  UIN merupakan lembaga yang bekerja untuk membantu masyarakat dalam mencerdaskan bangsa. Bahkan karena kapasitas yang telah mumpuni, UIN Malang juga memiliki mahasiswa asing dari berbagai negara.

"UIN milik umat manusia di dunia. Di UIN punya banyak mahasiswa luar negeri. Dan tentunya kami siap bekerja  sama dalam pengembangan," pungkasnya.

 

Topik
UIN Maliki MalangRektor UIN Maliki Prof Dr H Abdul Haris MAgSyiar Ramadan UIN MalangSejarah es batuGP Ansor Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru