H-7 Jelang Lebaran, Polres Malang Simulasi Penyekatan Mudik

May 05, 2021 20:06
Forkopimda Kabupaten Malang saat melakukan simulasi penyekatan mudik lebaran (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Forkopimda Kabupaten Malang saat melakukan simulasi penyekatan mudik lebaran (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tujuh hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021, Polres Malang menggelar simulasi penyekatan mudik di sejumlah titik perbatasan di Kabupaten Malang.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar menjelaskan bahwa dalam simulasi penyekatan dalam rangka larangan mudik tersebut tidak hanya mengecek plat kendaraan. Namun juga kartu identitas pengemudi hingga penumpang. “Yang kami cek itu bukan kendaraannya saja. Tapi juga KTPnya. Kami cek kalau bukan warga Malang Raya atau Aglomerasi II itu Kota/Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo, kami suruh putar balik,” tegas Hendri, Rabu (5/5/2021).

Akan tetapi, jika pengendara tersebut memiliki surat tugas atau dalam keadaan urgen, maka kendaraan tersebut akan dibiarkan masuk ke Malang Raya.

“Nanti kalau ada kepentingan urgen seperti ke rumah sakit atau mau melahirkan, kami perbolehkan. Tapi kalau tidak kami mohon maaf akan diarahkan balik kanan,” tutur dia.

Dari pengakuan Hendri, penyekatan direncanakan akan berlangsung mulai 6 Mei 2021 mendatang hingga 17 Mei 2021. Nantinya akan ada empat pos penyekatan, yakni di Sumberpucung, Exit Tol Singosari, Lawang, dan Pakis.

“Disitu juga ada pos atau cek point mandiri di desa untuk menyekat jalur tikus. Jika ada pengendara yang tahu pos penyekatan ini dan lewat desa. Pos penyekatan mandiri itu ada di Kecamatan Kromengan, Donomulyo, Kalipare, Poncokusumo dan Jabung. Di situ sudah ada pos mandiri,” ungkap Hendri.

Selain cek point di jalan raya, Polres Malang juga menerangkan bahwa ada tujuh pos titik pemudik yang melalui jalur darat baik di stasiun, terminal hingga bandara.

“Stasiun ada di Stasiun Kepanjen, Lawang dan Singosari. Terus ada di Bandara Abdulrahman Saleh dan juga terminal di Dampit dan Landungsari. Itu penyekatan untuk antisipasi kedatangan pemudik di jalur darat,” kata Hendri.

Dalam simulasi penyekatan itu, Hendri juga didampingi Bupati Malang, HM Sanusi dan Dandim 0818 Kabupaten Malang/Kota Batu Letkol Yusub Dody Sandra.

Topik
Berita Malanglarangan mudikHendri Umar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru