Operasi Ketupat Semeru 2021 Dimulai, Berikut Lima Jalur Tikus yang Diawasi

May 05, 2021 19:46
Bupati Malang Sanusi (paling kanan) saat hadiri Apel Operasi Ketupat Semeru 2021 di Polres Malang (Foto: Humas Pemkab Malang)
Bupati Malang Sanusi (paling kanan) saat hadiri Apel Operasi Ketupat Semeru 2021 di Polres Malang (Foto: Humas Pemkab Malang)

MALANGTIMES - Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2021 yang dilaksanakan pada Rabu (5/5/2021) pagi di halaman Polres Malang resmi menetapkan dimulainya operasi tersebut mulai Kamis 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021 mendatang.

Apel yang dipimpin Bupati Malang Sanusi pagi tadi dihadiri pula Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Dandim 0818 Malang Batu Letkol. Inf. Yusub Dody Sandra, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang Edi Handoyo, serta Ketua Pengadilan Negeri Kepanjen Ronald Salnofri Bya.

Apel dilaksanakan sebagai upaya pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Tahun 2021 dalam pengamanan jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Pengecekan kesiapan baik pada segi personel maupun sarana prasarana dan keterlibatan unsur-unsur terkait seperti Pemda, TNI, personel Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Malang Sanusi menyampaikan amanat dari Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen pendukung dalam hal operasi yang akan dilaksanakan tersebut.

“Ini semua adalah tugas negara yang harus kita laksanakan dengan baik, dalam melanjutkan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara dalam bingkai persatuan dan kedamaian,” pungkasnya.

Kepala Polres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan akan ada 3 langkah prioritas yang dilakukan saat Operasi Ketupat Semeru nanti. Yakni pengetatan, penyekatan, dan peniadaan mudik lebaran.

Ia juga menegaskan jika langkah-langkah tersebut diambil untuk membatasi mobilitas masyarakat yang nekat mudik keluar dari daerah anglomerasi yang sudah ditentukan.

"Nanti kita cek satu-persatu KTP penumpangnya. Kalau ada yang dari luar Malang dan rayon dua Malang, akan kami minta keterangan tujuannya apa. Kalau untuk keperluan kerja, harus bisa menunjukan surat tugasnya," ujarnya.

Hendri juga menambahkan jika semua kendaraan yang akan melewati pos penyekatan akan diperiksa satu-persatu tanpa terkecuali baik itu kendaraan umum maupun kendaraan pribadi.

Ia juga menjabarkan ada beberapa titik yang akan dipasang pos mandiri untuk menghindari warga yang mudik melewati jalur tikus. Beberapa pos tersebut ada di lima titik yakni Desa Jambuwer Kecamatan Kromengan, Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo, Desa Kemiri Kecamatan Jabung, Desa Sumberoto Kecamatan Donomulyo dan di Kecamatan Kalipare.

Topik
Berita Malangpos pelayanan dan penyekatanSanusiHendri Umaredi handoyoedi handoyopengetatan mudiktanto wijohari

Berita Lainnya

Berita

Terbaru