Jadi Peserta Termuda, Siswi ini Wakili Kabupaten Malang di Ajang Putera Puteri Pendidikan Indonesia Jatim

May 05, 2021 16:37
Tasyavira, finalis termuda Putera Puteri Pendidikan Indonesia Jatim yang wakili Kabupaten Malang (Foto: Istimewa)
Tasyavira, finalis termuda Putera Puteri Pendidikan Indonesia Jatim yang wakili Kabupaten Malang (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES -  Tasyavira Amelia Putri Susanto, siswi asal SMPN 4 Kepanjen lolos menjadi finalis dan mewakili Kabupaten Malang di ajang Putera Puteri Pendidikan Indonesia Jatim.

Ajang pemilihan kandidat terbaik dengan tujuan mendongkrak kualitas pendidikan di Provinsi Jawa Timur ini diikuti kurang lebih 100 peserta dari seleksi awal.

Tasya panggilan akrabnya mengaku optimis ketika mengikuti ajang ini, karena ia memiliki ketertarikan yang tinggi pada bidang pendidikan.

"Aku dari kecil cinta sama bidang pendidikan, alhamdulillah sering juara kelas juga, jadi aku termotivasi untuk mengikuti Putera Puteri Pendidikan ini agar bisa memotivasi sesama," ujarnya ketika ditanya alasan mengikuti ajang tersebut.

Gadis berusia 14 tahun ini memiliki hobi membaca puisi, dan dari situ lah Tasya dapat lolos hingga menjadi finalis.

"Ingin menyalurkan bakatku dan mempengaruhi teman-teman yang lainnya untuk terus berprestasi karena pendidikan itu menurutku tidak sebatas hanya di dalam kelas saja tetapi juga mencakup bakat lain," ucapnya.

Masuk kategori remaja di ajang Putera Puteri Pendidikan Indonesia Jatim (Istimewa)

Setelah melewati beberapa tahap seleksi dan babak pemilihan, Tasya kemudian terpilih dan masuk ke dalam 12 besar finalis Putera Puteri Pendidikan Indonesia Jatim kategori Remaja.

Siswi yang juga memiliki hobi modeling ini mengaku kaget dan tidak menyangka jika dirinya dapat terpilih sebagai finalis. Karena dirinya adalah satu-satunya finalis termuda dan satu-satunya siswi tingkat SMP yang lolos menjadi finalis.

"Enggak nyangka bisa sampai masuk ke final karena semua finalis yang lolos ini rata-rata siswa siswa SMA dan mahasiswa kuliahan juga, jadi aku jadi finalis paling muda dan satu-satunya yang dari SMP," ungkapnya.

Tasya juga mengungkapkan jika pihak sekolah sangat mendukung dengan terpilihnya ia menjadi finalis dan maju ke grand final yang akan dilaksanakan Juni mendatang. 

Ketika ditanya dukungan dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Malang, ia juga mengaku senang karena Dispendik ikut membantu mempromosikan profil dirinya di akun Instagram resmi Dispendik Kabupaten Malang.

"Respons dari sekolah bagus dan mendukung sekali, kalau dari Dinas Pendidikan juga membantu mempromosikan aku agar lewat akun resmi Instagram mereka," tuturnya.

Selain ingin menjadi perwakilan dari remaja yang memiliki minat di bidang dan isu pendidikan, Tasya juga berharap bahwa jika terpilih dan lolos menjadi pemenang nantinya ia dapat memberikan manfaat untuk para siswa di Jawa Timur khususnya Kabupaten Malang.

"Ingin menambah wawasan di dunia pendidikan, dan intelegensi dalam hal informasi. Agar bermanfaat untuk diri sendiri dan khususnya untuk lingkungan sekitar," imbuhnya.

Sementara itu, ketika ditanya bakat dan prestasi apa yang ia bawa untuk maju ke babak final, ia mengungkapkan bahwa ingin menumbuhkan semangat literasi lewat puisi yang ia buat dan dibacakannya.

Sejak awal, Tasya memang sangat antusias dalam bidang puisi. Oleh karenanya ia berharap dengan bakat yang dimilikinya tersebut dapat memberikan manfaat dan memotivasi remaja seusianya untuk terus berkarya dan menekuni hal-hal positif.

Topik
penyaluran donasiKabupaten MalangProvinsi Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru