Bincang Rektor UIN Malang Bersama Wakapolda Jatim: Pendidikan Penting untuk Pengembangan Nasionalisme

May 05, 2021 11:10
Prof Abdul Haris melakukan kunjungan silaturahmi ke Polda Jatim. Dalam kunjungannya itu, Prof Haris disambut oleh Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo (kiri). (Foto: Ist)
Prof Abdul Haris melakukan kunjungan silaturahmi ke Polda Jatim. Dalam kunjungannya itu, Prof Haris disambut oleh Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo (kiri). (Foto: Ist)

MALANGTIMES - Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang Prof Abdul Haris melakukan kunjungan silaturahmi ke Polda Jatim. Dalam kunjungannya itu, Prof Haris disambut  Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo.

Dalam lawatan silaturahmi itu, Prof Haris juga sempat melakukan diskusi dengan wakapolda terkait nasionalisme di era saat ini.

Dijelaskan Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, nasionalisme merupakan sebuah paham yang harus ditanamkan terhadap semua elemen bangsa agar bisa bangga dan mencintai negara. "Atau mungkin bisa dibilang cinta terhadap tanah air Indonesia," jelasnya.

Dalam mengembangkan nasionalisme, pendidikan sangatlah berpengaruh pada nasionalisme di Indonesia. Pendidikan merupakan fondasi untuk para generasi penerus memahami nilai-nilai Pancasila yang kemudian bisa mereka terapkan  di masyarakat dengan baik.

Sejarah bangsa dalam konteks pendidikan tentunya juga harus dipahami oleh para anak didik. Di situ akan diketahui betapa beratnya perjuangan bangsa menjadi negara yang berdaulat. 

"Jikalau pendidikan sejarah itu tidak ada, maka para penerus tentunya tidak akan mengetahui perjuangan dan betapa beratnya para pendahulu dalam memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Dan ini harus ditanamkan sejak dini," ucap wakapolda.

Kemudian,  pendekatan budaya juga berpengaruh terhadap generasi penerus. Mereka harus memahami budaya dan potensi yang dimiliki yang itu tentunya sebagai salah satu modal dalam membangun karakter.

"Pendekatan budaya juga bisa ditekankan untuk menanamkan nasionalisme. Di perguruan tinggi pun begitu. Perguruan tinggi jangan hanya sebagai laboratorium ilmu saja," ujar Slamet.

Menurut dia, keramahan budaya dan keguyuban di Indonesia memang tak pelak telah dirasakan oleh para warga asing yang berada di Indonesia. Namun pengakuan  tersebut sebenarnya justru menjadi tantangan bagi Indonesia. Artinya jangan hanya bangga melihat orang asing yang sudah bisa memahami budaya di Indonesia. Tapi patut diwaspadai adalah bagaimana masyarakat sendiri justru kehilangan kebanggaan terhadap bangsa sendiri di saat masyarakat asing mengakui dan merasakan kebanggaan terhadap budaya Indonesia

"Jangan malah yang ada di Indonesia, dengan perubahan dan pengaruh globalisasi malah lupa. Nah ini yang harus kita antisipasi, yang harus ditanamkan ya. Orang luar saja bangga dengan budaya kita, tapi mengapa kita sendiri justru sudah mulai luntur dengan nasionalisme," bebernya.

Dalam membangun nasionalisme, tentunya harus mampu membuka diri dan bersinergi dengan berbagai pihak. Karena itu, wakapolda mengapresiasi langkah UIN Malang yang turut mengajak Polda Jatim dalam upaya memajukan pendidikan dan juga menanamkan nasionalisme.

"Ini bagian dari kita tugas kepolisian melayani masyarakat. Jadi, tidak ada yang namanya merepotkan. Ini  bagian kita mengayomi masyarakat,"pungkasnya.

 

Topik
UIN Maliki MalangRektor UIN Maliki Prof Dr H Abdul Haris MAgPolda JatimWakapolda Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru