Bertandang ke IAIN Pekalongan, Rektor UIN Malang Diskusi Pengembangan PTKIN di Masa Pandemi

May 05, 2021 09:36
Rektor IAIN Pekalongan Dr H Zaenal Mustakim MAg (kiri) bersama Rektor UIN Malang Prof Abdul Haris. (Foto: Ist)
Rektor IAIN Pekalongan Dr H Zaenal Mustakim MAg (kiri) bersama Rektor UIN Malang Prof Abdul Haris. (Foto: Ist)

MALANGTIMES - Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang Prof Abdul Haris  menghadirkan narasumber Dr H Zaenal Mustakim MAg yang merupakan rektor IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Pekalongan dalam rangkaian  Syiar Ramadan.

Kali ini yang dibahas mengenai pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di era pandemi covid-19.

 Rektor IAIN Pekalongan mengatakan, adanya pandemi memang sebuah musibah. Namun juga  terdapat hikmah atau sisi positif. Yakni terdapat challenge (tantangan) mereformasi diri IAIN maupun PTKIN untuk menyesuaikan dengan tuntutan zaman.

"Proses digitalisasi kini diperlukan. Ada akselerasi layanan digital. Ke depan tentunya tak hanya pada saat pandemi saja, namun karena ini sebuah kebutuhan. Kebutuhan yang dipercepat yang asalnya tiga sampai empat tahun ke depan, tapi dipercepat karena ada pandemi," jelasnya.

Karena itulah, Zaenal menilai dalam pengembangannya, PTKIN harus mereformasi diri, khususnya dalam hal IT (teknologi informasi), baik itu secara software maupun hardware. Tujuannya supaya PTKIN betul-betul menyesuaikan zaman dan kebutuhan kedepan.

"Ini (hadirnya pandemi) jangan hanya disesali, tapi dianggap sebagai peluang, mengubah hambatan sebagai peluang," ucap Zaenal.

Dia menambahkan, selain dari sisi sarana dan prasarana, tentunya sisi sumber daya manusia (SDM) juga harus ditingkatkan untuk mengimbangi dan memahami sekaligus mengetahui kebutuhan ke depan. Semua SDM tentunya tak boleh berhenti untuk belajar. Sebab, belajar harus terus dilakukan terus-menerus untuk semakin meningkatkan kapasitas diri.

"Karenanya, semua komponen kampus, baik itu tenaga kependidikan hingga dosen, harus belajar untuk lebih melek teknologi dan lainnya sehingga itu lebih menunjang dirinya untuk semakin memajukan lembaga lebih baik lagi," ungkap Zaenal.

Dalam pengembangan SDM, termasuk juga penting adanya akselerasi percepatan guru besar. Memang diakui di IAIN Pekalongan belum ada guru besar. Namun ke depannya telah ditargetkan untuk bisa pecah telur dalam jabatan guru besar.

"Karena itu, terus kami dorong. Ke depan kami targetkan akan terdapat guru besar. Tenaga pendidik kami dorong untuk meningkatkan kapasitasnya, meningkatkan jabatan dari lektor ke lektor kepala dan ini kami stimulus dengan biaya penelitian," beber Zaenal.

Dia juga memandang pengembangan kampus tentunya juga harus dibarengi dengan kerja sama baik dengan sesama PTKIN maupun dengan lembaga lainnya. Hal itu untuk semakin melakukan penguatan terhadap lembaga.

Begitu pun kerja sama dengan pemerintah daerah, saat ini tentunya harus dilakukan. UIN Malang sendiri saat ini telah bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat dan turut berpartisipasi dalam pembuatan regulasi

"Seperti halnya UIN Malang, tentunya kita juga akan bekerja sama dengan UIN Malang dengan harapan tentunya memberikan dampak baik bagi IAIN Pekalongan. Bisa kerja sama di bidang pendidikan dan penelitian. Nanti kami juga akan belajar mengenai BLU (badan layanan umum)," pungkas Zaenal.

 

Topik
UIN Maliki MalangHonda N7XSyiar Ramadan UIN MalangRektor UIN Malang Prof Abdul Haris MAg
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru