Pemkab Malang akan Susun SOP Mudik bagi Santri

May 04, 2021 15:52
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kebijakan pemerintah tentang larangan mudik tidak berlaku bagi santri. Karena santri tetap diperbolehkan pulang pada saat libur lebaran. Bahkan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan surat pengantar bagi santri untuk bisa melewati posko. 

Hanya saja, untuk penetapan di Kabupaten Malang masih dipersiapkan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat mengatakan bahwa pihaknya masih akan membuat standart operational procedure (SOP) terkait kebijakan mudik bagi santri. Hal itu terutama bagi santri yang sedang menempuh pendidikan di wilayah luar Kabupaten Malang. “Khusus para santri yang akan masuk wilayah ini (Kabupaten Malang), yang pasti kami akan buat SOP lebih dulu,” kata Wahyu.

SOP yang akan dibuat oleh Pemkab Malang tersebut nantinya akan lebih dulu didiskusikan dengan jajaran terkait. Agar nantinya hal itu dapat menjadi solusi yang tepat, terutama dalam kondisi seperti ini.

“Karena beberapa kali saya mencatat melalui video conference bersama Presiden Joko Widodo, sangat mewanti-wanti agar jangan sampai ada penambahan angka positif covid-19,” terang Wahyu.

Karena itu, Pemkab Malang juga masih perlu mengkaji izin mudik bagi santri tersebut. Terutama jika nantinya diperbolehkan untuk membuat SOP terkait larangan mudik dan sebagainya. “Sebab musim liburan sangat rentan terjadi pelanggaran,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan dispensasi dengan mengizinkan santri yang berada di pondok pesantren (ponpes) terutama yang berada di Jatim untuk mudik saat libur lebaran. Bahkan, Khofifah juga memberikan surat pengantar bagi para santri agar bisa diperkenankan lewat dari posko penyekatan.

Topik
larangan mudikKhofifah Indar ParawansaWahyu Hidayat

Berita Lainnya

Berita

Terbaru