Satpol PP Kota Malang Gelar Razia dan Berikan Peringatan Terakhir, 8 PKL Terancam Diangkut

May 02, 2021 19:00
Petugas Satpol PP Kota Malang saat memberikan peringatan terakhir kepada pedagang yang berada di seberang Mal Alun-Alun Kota Malang, Minggu (2/5/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Petugas Satpol PP Kota Malang saat memberikan peringatan terakhir kepada pedagang yang berada di seberang Mal Alun-Alun Kota Malang, Minggu (2/5/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) Kota Malang menggelar razia rutin terhadap PKL (pedagang kaki lima) di kawasan Alun-Alun Kota Malang. Para PKL itu tersebar di Jalan MGR Sugiyopranoto, Jalan Merdeka Timur, hingga Jalan Agus Salim. 

Kepala Seksi Operasi Satpol PP Kota Malang Antonio Viera mengatakan, khusus  para PKL di seberang Mal Alun-Alun, tepatnya di trotoar depan Kantor Bank Indonesia Cabang Malang, telah diberi peringatan terakhir agar tidak menggelar dagangan di sepanjang jalan. 

"Untuk sore ini, kami gabungan sama teman-teman polresta, Dishub untuk penertiban parkir maupun PKL di area alun-alun dan sekitarnya. Khususnya di depan Ramayana (Mal Alun-Alun, red), Merdeka Timur, kemudian Agus Salim. Khusus di depan Ramayana memang (peringatan, red) terakhir, besok sudah harus tidak ada di sana," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Minggu (2/5/2021). 

Pria yang akrab disapa Anton ini mengatakan para PKL yang berada di seberang Mal Alun-Alun atau Mal Ramayana ini sebelumnya telah diberi sosialisasi, teguran, hingga peringatan. Hal itu dikarenakan aktivitas jual beli di lokasi tersebut membuat macet jalan dan menjadikan trotoar sebagai tempat berdagang. 

"Kalau di sana (depan Ramayana, red) arus (lalu lintas, red) macetnya luar biasa. Sehingga teman-teman tadi dari Dishub sudah mengurai. Nah kemudian di area BI situ tidak boleh, larangan untuk aktivitas," ujarnya. 

Ada 8 PKL yang sudah terdata dan diberi peringatan terakhir oleh Satpol PP Kota Malang. Jika besok Senin (3/5/2021) masih membandel untuk tetap berjualan di kawasan trotoar seberang Mal Alun-Alun, selanjutnya mereka akan dilakukan penindakan oleh Satpol PP Kota Malang. 

"Di sana (depan Ramayana, red) kalau masih ada, langsung diangkut. Langsung kita penindakan. Dasarnya Perda Nomor 2 Tahun 2012 (tentang Ketertiban Umum dan Lingkungan, red)," tegasnya. 

Petugas Satpol PP Kota Malang sedang melakukan negosiasi dan sosialisasi kepada PKL di Jalan Agus Salim.

Para petugas Satpol PP Kota Malang juga menyisir kawasan Jalan Agus Salim. Di sana pun cukup banyak  PKL yang menggelar dagangannya dengan menutup akses trotoar  dan diganti meja serta kursi untuk pembeli. 

Setidaknya, berdasarkan pemantauan MalangTIMES.com di lapangan, sepanjang Jalan Agus Salim, terdapat 33 PKL yang menggelar dagangannya di trotoar. Dagangannya bervariasi. Mulai bakso, es degan, soto, pangsit mi, hingga jagung manis. 

"Ini (PKL Jalan Agus Salim, red) kami masih negosiasi dulu dengan koordinatornya. Masih kami kasih sosialisasi dulu. Ini peringatan kurang lebih ada beberapa itu (33 PKL, red)," ucap Anton.

Sebagai informasi, selain memberikan peringatan dan sosialisasi kepada para PKL, petugas Satpol PP Kota Malang juga memberikan sosialisasi dan teguran kepada para penyedia jasa penukaran uang baru yang berada di kawasan Alun-Alun Kota Malang. Tepatnya di Jalan Merdeka Utara hingga Jalan Merdeka Timur.

Topik
iFESTSatpol PP Kota MalangPemkot Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru