Angkat Potensi Adat Daerah, Mahasiswa Unikama Jadi Peserta Ekspedisi Merekat Adat

May 02, 2021 15:50
Ekspedisi Merekat Adat di Lombok, yang salah satu pesertanya adalah mahasiswa Unikama (Ist)
Ekspedisi Merekat Adat di Lombok, yang salah satu pesertanya adalah mahasiswa Unikama (Ist)

MALANGTIMES - Indriati Yulinies (20) salah satu mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menjadi peserta Ekspedisi Merekat Adat. Ya ekspedisi ini merupakan ekspedisi pengabdian terhadap masyarakat untuk mengangkat potensi daerah, khususnya daerah-daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di Indonesia.

Dijelaskan mahasiswa jurusan akuntansi ini, jika kegiatan ini diinisiasi oleh Indonesia Dedication and Empowerment (IDE). IDE merupakan sebuah lembaga kepemudaan yang berfokus pada gerakan sosial. Tujuan dari IDE ialah memaksimalkan potensi pemuda pemudi Indonesia untuk berkontribusi dan berinovasi bagi kemajuan Bangsa khususnya daerah 3T.

"Kegiatannya di Dusun Adat Limbungan, Desa Perigi, Suela,  Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat 3 sampai 19 Maret 2021.  Namun kalau persiapan mulai dari tes dan yang lainnya mulai November 2020, Desember pengumuman hingga persiapan penyusunan program kerja hingga Maret," jelasnya.

Foto 1

Lebih lanjut dijelaskannya, jika kegiatan yang dilakukan adalah lebih mengangkat potensi adat setempat, sekaligus pemberdayaan masyarakat dari berbagai aspek. Baik itu aspek pendidikan, ekonomi hingga pariwisata.

"Kebetulan saya pada bidang pariwisata. Dan di dusun Limbungan itu banyak sekali rumah adat, di sana juga ada tembakau juga, potensi holtikultura besar. Tapi sayangnya potensi itu kurang bisa dimanfaatkan dengan baik," terangnya.

Karena itu, kemudian pihaknya bersama para peserta ekspedisi yang lain memberikan program kerja, seperti sadar wisata. Potensi yang ada seperti tembakau, kemudian didorong dengan membantu membuat desain kemasan menarik serta bagaimana cara memasarkan produk agar banyak menarik perhatian.

Foto 2

"Di sana itu juga ada komunitas adat, tapi komunitas ada itu masih belum berjalan sama sekali padahal banyak kegiatan dan potensi. Makanya kita bantu juga bentuk komunitas adatnya kembali," ungkap mahasiswa semester 4 ini.

Sementara itu, adanya kegiatan tersebut, memang disambut hangat oleh masyarakat setempat. Meskipun para pemuda-pemudi masih sedikit tertutup, namun dalam ekspedisi itu, masyarakat yang menjadi sesepuh dan orang-orang tua menyambut antusias dan seringkali berdiskusi bersama. 

"Kalau dibilang berubah 100 persen tentu tidak mungkin, karena kita disana juga sebentar. Tapi paling tidak kita bisa ngasih secercah perubahan sedikit. Sampai sekarang masih sering diskusi," bebernya.

Foto 3

Sementara itu, mengenai ekspedisi tersebut, terdapat 74 peserta dari Indonesia. Para pesertanya bukan hanya kalangan mahasiswa, namun juga para profesional maupun para pekerja. Dan dari Unikama sendiri Indri merupakan satu-satunya dari perwakilan mahasiswa Unikama. "Ada tes dalam seleksinya. Sehingga tak sembarangan. Mereka yang ikut juga mendapatkan sertifikat," pungkasnya.

 

Topik
Unikamaindriati yulianeskarantina pekerja migran

Berita Lainnya

Berita

Terbaru