Beredar Surat Pernyataan Mantan Rektor UIN Malang di WhatsApp, Begini Isinya!

May 02, 2021 08:29
Surat pernyataan dari mantan Rektor UIN Malang yang sempat beredar di Whatsapp (Ist)
Surat pernyataan dari mantan Rektor UIN Malang yang sempat beredar di Whatsapp (Ist)

MALANGTIMES - Baru-baru ini, di media sosial, khususnya WhatsApp, beredar sebuah foto surat pernyataan dari mantan Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Prof Imam Suprayogo. Surat pernyataan tersebut dari tanggal yang tertera, dibuat pada 23 April 2021 ditandatangani oleh Prof Imam Suprayogo dan bermaterai.

Surat pernyataan tersebut menjelaskan jika buku miliknya telah diplagiasi oleh M Zainuddin, yang seperti diketahui publik kini turut serta menjadi bakal calon rektor UIN Maliki Malang periode 2021-2025.

Dalam surat tersebut juga dijelaskannya, apa yang dilakukan atau tindakan plagiasi merupakan tindakan yang melanggar undang-undang yang berlaku serta telah menyalahi dan melanggar etika maupun norma akademik.

Karenanya, dari tindakan tersebut, mantan Rektor UIN Malang itu menyatakan, jika calon Rektor yang melakukan plagiasi tidak layak untuk mencalonkan atau menjadi Rektor UIN Maliki Malang.

Mengenai surat pernyataan yang beredar itu, Prof Imam Suprayogo ketika dikonfirmasi terkait apakah surat tersebut memang surat yang dibuatnya atau bukan, pihaknya tidak mengiyakan atau membantah.

"Mohon maaf, jangan di share, kurang bagus," balasnya ketika dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, Sabtu malam (1/5/2021).

Namun mengenai adanya pelanggaran etika akademik, pihaknya menegaskan tidak setuju adanya calon yang telah melakukan pelanggaran etika akademik dan mencalonkan diri untuk menjadi seorang pemimpin institusi pendidikan.

"Saya memang tidak setuju. Kasihan institusi pendidikan Islam dipimpin oleh orang yang punya sejarah hidup dalam akademik tidak baik," sambungnya pada Minggu (2/5/2021).

Dalam kesempatan wawancara-wawancara sebelumnya, Prof Imam Suprayogo diketahui getol mengkritisi adanya calon yang menurutnya telah melakukan plagiasi agar tak menjadi bakal calon Rektor.

Pihaknya berharap, jika pemimpin UIN Maliki Malang nantinya adalah orang-orang yang jujur dan mempunyai integritas keilmuan dan keislaman yang bagus serta mampu membawa UIN Maliki Malang menjadi sebuah perguruan tinggi yang bereputasi world class university.

"Pemimpin yang terpilih nantinya juga harus bisa mendengar aspirasi warga kampus agar dijadikan sebagai bahan dalam pengembangan kampus untuk lebih maju lagi. Dan yang terpenting dan utama, adalah pemimpin yang jujur. Kejujuran itu adalah diatas segalanya," terangnya dalam wawancara beberapa waktu sebelumnya.

Sementara itu, berikut isi detail surat pernyataan dari Prof Imam Suprayogo yang beredar :

Surat Pernyataan

Yang bertandatangan bawah ini :

Nama : Prof Dr Imam Suprayogo
NIP : 19510102198002 1 002
Jabatan : Guru Besar

Menyatakan bahwa buku saya yang berjudul "PARADIGMA PENGEMBANGAN KEILMUAN DI PERGURUAN TINGGI: Konsep Pendidikan Tinggi yang dikembangkan Universitas Islam Negeri (UIN) Malang" ISBN 979-24-2900-x Penerbit UIN Malang Press Tahun 2005, artikel dengan judul "Membangun Integrasi llmu dan Agama: Pengalaman UIN Malang" Malang 16 September 2004, dan artikel dengan judul "Melihat dan Menawarkan Reformasi Kembali Isi Kajian Islam " Malang 12 September 2006 telah diplagiasi oleh Author Drs M Zainuddin MA pada buku dengan judul "Paradigma Pendidikan Terpadu Menyiapkan Generasi Ulul Albab"ISBN 979-24-2993-x Penerbit UIN Malang Tahun 2010.

Memang secara pribadi M Zainuddin telah meminta maaf secara tertulis pada saya dan saya telah memaafkan, tetapi tindakan plagiasi yang dilakukan adalah tetap melangggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan melanggar etika akademik.

Oleh sebab itu. saya menyatakan bahwa calon Rektor yang sudah melakukan plagiasi adalah tidak layak untuk mencalonkan atau menjadi Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 2021-2025. Demikian pernyataan yang saya buat dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Malang, 23 April 2021
Menyatakan
(Tandatangan bermaterai)

Prof Dr Imam Suprayogo

Topik
sweet toothUIN MalangUIN Maliki MalangImam Suprayogo

Berita Lainnya

Berita

Terbaru