Lagi, Bangunan di Pinggir Sungai Kota Malang Longsor, Dua Korban Alami Luka-Luka

May 01, 2021 18:53
Petugas BPBD Kota Malang saat melakukan pengecekan kondisi bangunan yang mengalami longsor, Sabtu (1/5/2021). (Foto: BPBD Kota for MalangTIMES) 
Petugas BPBD Kota Malang saat melakukan pengecekan kondisi bangunan yang mengalami longsor, Sabtu (1/5/2021). (Foto: BPBD Kota for MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Peristiwa longsor kembali terjadi di Kota Malang. Kali ini melanda sebuah bangunan kamar mandi yang berada di bagian belakang sebuah rumah yang berlokasi di Jalan S. Supriadi Gang IX, RT 05/RW 04, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang. 

Penelaah Bahan Kajian Bencana Alam Seksi Logistik Penanggulangan Bencana Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang Cornellia Selvyana Ayoe mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Sabtu (1/5/2021) sekitar pukul 12.00 WIB. Dan menyebabkan dua korban luka-luka yakni atas nama Lestari Eka Mita (33) dan Sugianto (44). 

Perempuan yang disapa Selvy ini kemudian menjelaskan kronologis awal mula kejadian bangunan kamar mandi yang longsor dan menelan korban luka-luka tersebut. 

"Pukul 11.45 WIB Ibu Lestari Eka Mita hendak mandi dan cuci baju di kamar mandi. Pukul 12.00 WIB korban terjatuh dari kamar mandi dengan ketinggian kurang lebih 10 meter jarak dari tepi sungai dan mengalami luka (robek, red) pada bagian kaki," ungkapnya kepada MalangTIMES.com. 

Selvy melanjutkan, saat korban pertama atas nama Lestari Eka Mita (33) terjatuh dari kamar mandi akibat tanah longsor, saksi mata yakni Sugianto (44) membantu korban dan menjadi korban kedua karena tertimpa longsor susulan. 

"Korban atas nama Ibu Lestari Eka Mita dilarikan ke rumah sakit terdekat. Korban atas nama Bapak Sugianto mengalami luka ringan dan melakukan pengobatan mandiri," imbuhnya. 

Untuk penyebab runtuhnya bangunan kamar mandi di bagian belakang rumah tersebut, Selvy menuturkan bahwa hal itu diduga disebabkan oleh pondasi bangunan yang kurang kuat. 

"Tapi tanah pondasinya itu tanah urukan. Pondasinya bukan dari batu kali. Tanah urukan dibuat pondasi, jadi ya longsor. Kan nggak kuat kan kalau pondasinya tanah urukan," ujarnya. 

Terlebih lagi, disampaikan Selvy bahwa pada tahun 2019, di lokasi yang sama pernah terjadi peristiwa tanah longsor dan menyebabkan korban jiwa. "Jadi Bu Sriami itu punya ibu namanya Bu Sateni itu meninggal juga longsor pertama tahun 2019. Di lokasi tempat yang sama," jelasnya. 

Maka dari itu, Selvy pun menegaskan dan meluruskan bahwa pada hari ini, peristiwa tanah longsor yang menyebabkan korban dua korban tidak ada yang mengalami meninggal dunia. Peristiwa yang menelan korban jiwa terjadi pada tahun 2019. 

"Yang katanya beritanya di medsos katanya MD (meninggal dunia, red). Makanya aku langsung kesana. Ngawur itu, kok bisa kayak gitu. Akhirnya ada memberitahu, bu sudah diganti, sudah diedit sama (pemilik akun, red) facebooknya. Satu luka-luka berat, satunya luka ringan," tandasnya. 

Sementara itu, dari peristiwa tanah longsor tersebut satu bangunan kamar mandi berukuran lebar kurang lebih 2 meter dan panjang kurang lebih 1,5 meter. Untuk kerugian materiil BPBD Kota Malang masih melakukan pendataan. 

"Lokasi longsor mengalami pergerakan tanah dan berpotensi longsor susulan. Struktur rumah bagian belakang menjadi rapuh," tuturnya. 

Sementara itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan menjauhi lokasi longsor yang telah diberikan baricade line. Serta BPBD Kota Malang terus melakukan koordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk penanganan longsor bangunan rumah tersebut.

Topik
pertigaan garudoTanah LongsorBencana Tanah Longsor

Berita Lainnya

Berita

Terbaru