Melibatkan Masyarakat, DLH Kota Malang Rumuskan Perubahan RPJMD 2018-2023

Apr 30, 2021 15:36
Kepala DLH Kota Malang membuka kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang Tata Lingkungan Hidup DLH Kota Malang terkait Pembahasan Dokumen Andal, RKL & RPL Pembangunan Ritz Hotel Malang, Selasa (6/04/2021), lalu (foto ilustrasi)
Kepala DLH Kota Malang membuka kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang Tata Lingkungan Hidup DLH Kota Malang terkait Pembahasan Dokumen Andal, RKL & RPL Pembangunan Ritz Hotel Malang, Selasa (6/04/2021), lalu (foto ilustrasi)

MALANGTIMES - Dinas Lingkungkan Hidup (DLH) Kota Malang sedang melakukan perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Malang tahun 2018-2023 dalam Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Dalam rencana perubahan tersebut, melalui rapat zoom metting, DLH Kota Malang melalui bidang Tata Lingkungan Hidup mengundang pihak masyarakat. Seperti, tokoh masyarakat, akademisi, komunitas lingkungan, dan tokoh agama.

Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup DLH Kota Malang, Endang Purwati menjelaskan, dalam penyusunan KLHS terhadap perubahan RPJMD 2018-2023 ini dengan tujuan dilakukannya pembangunan yang bermanfaat bagi lingkungan.

KLHS sendiri adalah sebuah kajian yang saling melengkapi terkait dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Maka pada awal tahun 2021, ada pencapaian pelaksanaan target.

"Dikarenakan masa pandemi ini, maka ada perubahan di RPJMD dan membutuhkan dokumen pendampingnya yakni KLHS. Dalam KLHS itu ada evaluasinya terkait TPBnya berapa, kemudian capaiannya berapa. Dan ini harus disesuaikan dan butuh dari kalangan masyarakat," ujarnya, Jumat (30/4/2021).

Dari hasil rapat pembahasan tersebut, kalangan masyarakat berharap agar dengan kondisi pandemi ini harus ada percepatan pemulihan ekonomi.

Ada beberapa masukan dari beberapa kalangan masyarakat yang dapat ditampung. Seperti program Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen yang dirubah menjadi gerakan sosial. Kemudian, sumur resapan harus lebih dioptimalkan.

"Itu salah satu contoh masukan dan harapan dari kalangan masyarakat. Yang jelas, kamiĀ  minta saran versi masyarakat. Akan tetapi kita melakukan filter dan menyusaikan yang masuk dalam TPB," ujarnya.

Dengan hasil uji publik ini serta mendengar secara langsung dari komponen masyarakat. Endang berharap, hasil tersebut agar bisa dirangkum dan dapat digunakan untuk penyempurnaan KLHS. Dan kemudian dapat dikirim kepada tim perubahan RPJMD.

"Harapan kami bisa mengakomodir masukan dari OPD atau kalangan masyarakat, sehingga kesempurnaan bisa mendapati hasil yang sempurna," harapannya.

Topik
Dinas Lingkungan Hidup Kota MalangDLH Kota Malangrambak sapi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru