Fenomena Bulan Purnama Pink Supermoon di Pertengahan Ramadan 1442 H, Bisa Diamati hingga Besok Malam

Apr 28, 2021 15:51
Bulan Purnama Pink Supermoon (Foto: Tempo)
Bulan Purnama Pink Supermoon (Foto: Tempo)

INDONESIATIMES - Bulan purnama pink supermoon terlihat di Indonesia sejak Selasa (27/4/2021). Bulan purnama itu juga disebut sebagai bulan super atau supermoon karena jaraknya dekat dengan perige. 

Bulan purnama pink supermoon ini terlihat pada pukul 22.30 WIB atau 23.30 WITA atau 00.30 WIT. Disampaikan oleh akademisi dari Universitas Brawijaya (UB) Eka Maulana ST MT MEng, bulan purnama yang terjadi di pertengahan Ramadan 1442 H ini merupakan fenomena bulan purnama dimana bulan tampak penuh cukup jelas dengan warana merah muda. 

Ukurannya pun terlihat lebih besar dari biasanya. "Kejadian ini akibat dari posisi bulan yang berada pada garis edar terdekat dengan bumi (perige) sehingga bulan juga lebih terang hingga 15 persen malam itu dari bulan purnama biasanya," ujar Maulana yang juga termasuk tim Astrofotografi UB kepada MalangTIMES, Rabu (28/4/2021). 

Lebih lanjut, Maulana menjelaskan jika fenomena ini sering terjadi dalam setiap tahun pada bulan ke-9 dalam kalender Jawa (wulan poso) atau hijriah (bulan Ramadan).

"Pada 27 April bulan akan terlihat pada saat mulai terbit pukul 6 sore hingga terbenam pukul 4.45 pagi hari," terang Maulana. 

Ia juga menjelaskan jika fenomena ini akan terjadi selama 3 hari berturut-turut sejak tgl 27-29 April 2019. Namun puncaknya terjadi tadi malam pada pukul 22.30 WIB.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bagaimana terjadinya fenomena bulan purnama supermoon ini. Selain terjadinya orbit bulan pada garis edar terdekat dengan bumi, kata Maulana, fenomena ini juga dipengaruhi oleh peristiwa opstik atmosfir yang disebabkan oleh difraksi cahaya oleh partikel-partikel terhambur antara bulan dan bumi pada malam hari. 

"Kejadian ini juga akan diikuti oleh fenomena alam lain pada bulan purnama berikutnya, yaitu gerhana bulan total yang akan teradi pada 26 Mei 2021," paparnya. 

Selain itu, Maulana juga mengatakan jika fenomena ini bisa diamati secara langsung dengan mata telanjang atau dengan telescope.

"Puncak purnama dengan intensitas maksimal bisa kita lihat tadi malam, namun malam ini hingga besok kita juga masih bisa melihat sisa bagian akhir dari pink supermoon meskitidak cukup terang," jelas Maulana lagi. 

Topik
bulan purnama supermoonreshuffle menterigerhana bulanfenomena Supermoon

Berita Lainnya

Berita

Terbaru