Ratusan ASN Bakal Pensiun dan Potensi Kekosongan Jabatan, Legislatif Dorong Regenerasi Dipercepat

Apr 28, 2021 15:40
Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menjadi sorotan legislatif. Pasalnya, sistem penataan pengisian kekosongan jabatan dinilai kurang sigap.

Terlebih, di tahun 2021 ini, setidaknya sekitar 400 ASN bakal memasuki masa pensiun atau purna tugasnya. Di mana, dari jumlah itu juga termasuk beberapa Kepala Perangkat Daerah Kota Malang.

Wakil Ketua DPRD Kota Malang Rimzah mengatakan, hal ini menjadi catatan dewan atas kerja pemerintah daerah di bidang pemerintahan dalam mengatur tatanan posisi formasi ASN.

"Dari sekitar 400 ASN yang akan masuk purna tugas, sebanyak lima ASN diantaranya menjabat sebagai kepala dinas," ujarnya.

Penyampaian itu disampaikannya saat memberi rekomendasi dan evaluasi DPRD Kota Malang terhadap kerja Pemkot Malang di 2020.

Menurutnya, capaian sasaran strategis meningkatnya kualitas meritokrasi manajemen ASN dengan Indikator Indeks Profesionalitas ASN mengalami penurunan cukup tinggi di tahun 2020. Yakni, dari 72,92 menjadi 67,06 skornya.

Selain itu, dikatakan Rimzah, terjadinya ketimpangan perbandingan pegawai berdasarkan pangkat dan golongan dinilai berimbas pada lambatnya regenerasi pada jabatan tertentu dalam tubuh instansi Perangkat Daerah.

"Sebagai contoh pemenuhan formasi kepala dinas yang berjalan lambat," imbuhnya.

Karenanya, menurut politisi Gerindra ini, Pemkot Malang perlu gerak cepat melakukan regenerasi ASN. Salah satunya dengan melakukan pembinaan dan promosi jabatan berdasarkan kebutuhan, bukan berbasis keinginan semata.

"Sehingga regenerasi dalam tubuh instansi (ASN) dapat berjalan dengan baik dan berdampak pada optimalisasi pelayanan publik serta profesionalitas kerja," tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, berkaitan dengan hal ini pihaknya bakal segera melakukan pembahasan dan akan segera menindaklanjutinya.

Mekanisme pengisian jabatan itu sendiri, khususnya kepala-kepala perangkat daerah dijelaskannya dilakukan dengan dua cara. Yaitu, melalui rotasi jabatan dan melalui mekanisme lelang jabatan atau seleksi jabatan.

"Pastinya itu kita pikirkan. Tentu mekanisme peningkatan kualitas ASN sudah ada. Dengan reward dan punishment kita dorong terus ASN berinovasi," katanya.

Topik
formasi ASNKota MalangDPRD Kota MalangWali Kota Malang Sutiaji

Berita Lainnya

Berita

Terbaru