Peristiwa Besar yang Terjadi di Bulan Ramadan (16)

Semua Kapal Dibakar Tanda Pantang Mundur, Penaklukan Eropa Selatan Digambarkan bak Kiamat

Apr 28, 2021 09:30
Ilustrasi (Foto: e-Today)
Ilustrasi (Foto: e-Today)

INDONESIATIMES - Ramadan menjadi bulan yang sangat suci bagi umat Islam. Selain menjalankan puasa, di bulan penuh berkah ini terdapat beberapa peristiwa penting terkait sejarah Islam. 

Salah satunya peristiwa pembebasan Andalusia (Spanyol). Andalusia sendiri merupakan nama Arab yang diberikan kepada wilayah-wilayah bagian semenanjung Iiberia yang diperintah orang Islam selama beberapa abad, mulai tahun 711 sampai 1492 M. 

Peristiwa ini dimulai pada 28 Ramadan tahun ke-92 Hijriah. Kala itu panglima Islam bernama Tariq bin Ziyad dikirim pemerintahan Bani Umayyah untuk membebaskan Andalusia. 

Tariq memimpin armada Islam untuk menyeberangi laut yang memisahkan Afrika dan Eropa. Setelah pasukan Islam mendarat di Eropa, Tariq membakar kapal-kapal tentara Islam agar mereka tidak berpikir untuk mundur. 

Hingga akhirnya pasukan Tariq berhasil menguasai Andalusia dan menyelamatkan rakyatnya yang dizalimi. Islam pun bertapak di Andalusia selama 8 abad.

Penyebaran Islam ke Eropa Dimulai dari Spanyol

Penyebaran Islam ke Eropa dimulai dari Semenanjung Iberia atau disebut juga Andalusia. Kawasan tersebut kini merupakan wilayah Spanyol dan sekitarnya.

Banyak peradaban Islam yang dibangun di Spanyol. Namun, saat ini hanya sedikit situs Islam yang masih dapat disaksikan di Spanyol. Padahal, Islam cukup lama menguasai wilayah Eropa selatan tersebut.

Philip K Hitti dalam History of The Arabs mengatakan, ekspansi pasukan Muslim ke Semenanjung Iberia adalah serangan terakhir dan paling dramatis dari seluruh operasi militer penting yang dijalankan orang-orang Arab. Serangan ke gerbang barat daya Eropa itu lantas menandai puncak ekspansi Muslim ke wilayah Afrika-Eropa, seperti halnya penaklukan Turkistan yang menandai titik terjauh ekspansi ke kawasan Mesir-Asia.

"Dari sisi kecepatan operasi dan kadar keberhasilannya, ekspedisi ke Spanyol memiliki kedudukan yang unik dalam sejarah militer abad pertengahan," ujar Philip.

Aksi Tariq bin Ziyad dalam Pembebasan Andalusia Dimulai

Pembukaan Eropa berawal pada 711 semasa kepemimpinan Dinasti Umayyah. Tariq bin Ziyad yang memimpin pasukan Muslim  dan berhasil membuka Eropa. 

Dia diutus ke sana oleh Musa bin Nushair yang merupakan seorang gubernur di Afrika Utara. Bersama 7 ribu pasukan, Tariq berangkat dari Afrika Utara menuju sebuah kawasan dekat gunung yang kemudian dinamakan Jabal (Gunung) Tariq yang saat ini disebut dengan Gibraltar. 

Pasukan Islam lantas dengan mudah menguasai Gibraltar. Dari Gibraltar inilah, kekuasaan Muslim kemudian meluas ke seluruh Semenanjung Iberia.

Semenanjung Iberia saat itu dikuasai oleh Kerajaan Visigothik di Hispania sejak abad kelima. Pada 710, Raja Kerajaan Visigoth, Witiza, meninggal dunia. Namun, anak-anak yang disiapkan sebagai penggantinya tak mampu berkuasa. 

Alhasil, seorang kerabat jauh kerajaan, Rodrigo, mengambil alih melalui beberapa perebutan dan pemberontakan. Namun, Rodrigo tidak memiliki waktu untuk memantapkan kekuasaannya sebelum masuknya pasukan Muslim. Di sisi lain, Tariq juga memiliki alasan yang lebih mendesak untuk merencanakan invasinya.

Dengan mengalahkan Rodrigo, Tariq pun membawa pasukan Muslim memasuki Eropa dengan mudah. Bahkan setelah kemenangan atas Rodrigo, pasukan Muslim berjalan melintasi kota-kota Spanyol dengan cukup mudah dan hampir tak mendapatkan perlawanan. 

Tak butuh waktu lama untuk Tariq menguasai Spanyol. Kota demi kota dibuka oleh pasukan Muslim.  Disebutkan jika sejak berlayar pertama  menuju Eropa pada musim semi 711, Tariq mampu menguasai sepao Spanyol hingga akhir musim panas. 

Kehadiran Tariq yang Tak Terduga

Pada mulanya kedatangan pasukan Tariq itu membuat heran Tudmir, penguasa setempat yang berada di bawah kekuasaan Raja Rodrigo. Sebab,  mereka datang dari arah yang tak diduga-duga, yakni dari arah laut. 

Namun, yang fenomenal ialah tindakan yang diambil  Panglima Tariq bin Ziyad. Begitu mendarat di Eropa, Tariq memerintahkan pembakaran semua kapal yang telah membawa pasukan kaum Muslimin. 

Jelas itu sebuah langkah yang sampai saat ini dicatat dalam sejarah sebagai suatu bentuk keberanian dan keyakinan yang tiada banding, yang hanya bisa dilakukan atas dasar keimanan  besar dan keyakinan akan pertolongan Allah SWT. 

Di tengah suasana pertempuran dan kondisi pasukan muslim yang saat itu sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadan, sebuah pidato panjang disampaikan Tariq. Pidato itu membuat jiwa kaum muslimin yang siap berjihad semakin menggelora.

“Wahai saudara-saudaraku, lautan ada di belakang kalian, musuh ada di depan kalian. Ke manakah kalian akan lari? Demi Allah, yang kalian miliki hanyalah kejujuran dan kesabaran. Ketahuilah bahwa di pulau ini kalian lebih terlantar daripada anak yatim yang ada di lingkungan orang-orang hina. Musuh kalian telah menyambut dengan pasukan dan senjata mereka. Kekuatan mereka sangat besar, sementara kalian tanpa perlindungan selain pedang-pedang kalian, tanpa kekuatan selain dari barang-barang yang kalian rampas dari tangan musuh kalian. Seandainya pada hari-hari ini kalian masih tetap sengsara seperti ini, tanpa adanya perubahan yang berarti, niscaya nama baik kalian akan hilang, rasa gentar yang ada pada hati musuh akan berganti menjadi berani kepada kalian. Oleh karena itu, pertahankanlah jiwa kalian!!”

Selanjutnya Tariq berteriak kencang: “Perang atau mati!” Pidato itu lantas menggugah dan merasuk ke dalam sanubari seluruh anggota pasukannya. Dan pasukannya meneriakkan kalimat “Allahu Akbar”.

Hingga akhirnya pada 19 Juli 711 M, pasukan Tariq yang berjumlah 12.000 personel (setelah ada tambahan pasukan dari Ifriqiya) berhadapan dengan Raja Rodrigo dan pasukannya di mulut Sungai (Rio) Barbate.

Peperangan di bulan Ramadan itu berlangsung sengit selama 8 hari. Pasukan Rodrigo, pada awalnya sempat unggul, berbalik dipukul. Kelemahan di sayap kiri dan kanan pasukan mereka berhasil dimanfaatkan oleh pasukan Islam. 

Pasukan Rodrigo pun terdesak hingga akhirnya dipukul mundur. Pasukan Islam berhasil meraih kemenangan gemilang.

Rodrigo sendiri menghilang. Dia diduga  tenggelam di Sungai Barbate.  Kuda dan sepatunya ditemukan di tepi sungai. 

Gubernur Musa bin Nusair lalu mengirim surat kepada Khalifah Al-Walid, melukiskan jalannya peperangan Rio Barbate. “Penaklukan ini berbeda dari penaklukan-penaklukan lain. Peristiwa seperti kiamat,” tulisnya.

Kemenangan telak dalam pertempuran di Sungai Barbate tersebut membentangkan jalan bagi masuknya pasukan Tariq menuju Kota Sevilla yang dijaga benteng-benteng kuat. Namun sebelum merebut Sevilla, Tariq lebih dulu menaklukkan daerah-daerah lain yang lebih lemah. 

Sebagian ditaklukkan dengan cara damai. Tapi sebagian terpaksa dengan kekerasan karena warga setempat melawan. Penaklukan pasukan Islam semakin mudah karena mereka bersikap ramah terhadap penduduk yang tidak melawan.

Pasukan Tariq saat itu sudah lebih besar karena ada tambahan pasukan baru. Kini mereka mengarah ke Toledo, ibukota Visigoth (Gotik Barat). Di jalan ke Toledo, mereka menyapu Kota Ecija. Di Ecija sempat terjadi perdamaian dan menerima kekuasaan Muslim atas wilayah itu.

Dengan cepat Tariq berusaha menaklukkan sebagian besar tanah Spanyol, yang oleh orang Arab dinamakan Al-Andalus (Andalusia). Ia lalu membagi pasukannya ke dalam beberapa kelompok. 

Satu pasukan berhasil merebut Arkidona tanpa perlawanan dan pasukan lainnya juga dengan mudah merebut Kota Elvira dekat Granada. Tariq lalu menaklukkan Cordoba dan sebagian wilayah Malaga. 

Penaklukan Andalusia kemudian diteruskan dengan mengepung Granada. Akhirnya Granada berhasil ditaklukkan dengan jalan kekerasan. 

Tariq lantas menuju ibu kota Toledo.  Di dalam perjalanan, dia menyerang Kota Murcia dan menghancurkan kerajaan di sana. Saat pasukan Islam di Toledo, ternyata para pemimpin Gotik telah meninggalkan wilayah itu. 

Tariq memasukinya dengan mudah. Ketika itu pasukannya didukung pula oleh kesatria-kesatria Kristen lokal yang tak suka kekuasaan Bangsa Gotik Barat di negaranya. 

Tariq terus mengejar para pejabat Gotik ke gunung hingga mendapatkan harta rampasan yang sangat banyak. Harta dan para tawanan itu lalu dibawa ke Toledo. 

Di sana para tawanan dipekerjakan untuk membangun kembali kota itu. Antara lain membangun 365 tiang terbuat dari batu zabarjud.

Gubernur Musa bin Nusair lalu mengirim surat kepada Tariq bin Ziyad, dan memerintahkan untuk menghentikan gerakan dan tetap berada di tempat surat itu tiba. 
Namun, Tariq malah mengumpulkan para pejabatnya dan merundingkan strategi perang. Semuanya berpendapat, melaksanakan perintah Musa akan mempersulit strategi perang mereka. Sebab, sudah terbuka jalan untuk merekrut pasukan asal Toledo dan meraih momentum  menyerang lawan yang belum menyadari situasi.

Karena itu, Tariq melanjutkan penaklukan seraya merekrut milisi dari warga Toledo yang sudah kalah. Ia mengabarkan keputusannya ini kepada Musa bin Nushair disertai alasan-alasannya.

Saat pesan Tariq sampai, Musa langsung berangkat ke Spanyol  pada bulan Juni 712 M dengan membawa 18.000 tentara, kebanyakan orang Arab. Seperti yang pernah disepakati dengan Tariq, pasukan Musa bin Nushair segera menuju Sevilla, kota terkuat Spanyol saat itu. 

Sebelum ke Sevilla, pasukan Musa menaklukkan Medina Sidon dan Carmona. Musa juga mengepung ketat Kota Sevilla dan akhirnya berhasil smenghancurkan kota pusat kebudayaan Spanyol itu.

Namun kota itu ditinggalkan Musa dalam keadaan api berkobar dan melanjutkan perjalanan  ke arah Toledo. Warga Sevilla tetap tak rela terhadap pendudukan oleh pasukan Muslim di sana. 
Setelah Panglima Musa meninggalkan kota itu, milisi Sevilla kembali beraksi mengobarkan pemberontakan. Mereka bahkan sempat membunuh tentara Muslim. 

Mendengar berita itu, Musa segera mengirim anaknya, Abdul Aziz, untuk kembali ke Sevilla. Ia sendiri terus menuju Toledo.

Mendengar kabar akan datangnya gubernur Musa bin Nushair, Tariq segera keluar ke perbatasan Toledo untuk menyambut Musa. Namun Musa sangat marah kepadanya. 

Tariq dianggap telah mengabaikan perintahnya untuk menghentikan sementara penaklukkan sampai ia datang ke Spanyol. Begitu marahnya Musa,  ia memasukkan jenderal pemberani itu ke penjara layaknya seorang penjahat.

Di depan sidang dewan pertahanan, Musa menyatakan memecat Tariq bin Ziyad dengan tujuan memperbaiki segala sesuatu yang telah dilakukannya. Sekalipun Tariq berupaya menjelaskan bahwa keputusannya itu dilakukan demi kemaslahatan kaum Muslimin dan sudah dimusyawarahkan dengan para penasihat, Musa tetap teguh pada pendiriannya. 

Musa lantas mengganti Tariq dengan Mughits bin Al-Harits. Tapi Mughits menolaknya. Ia segan menjadi komandan di atas Tariq, sang pemberani.

Mughits bahkan bertekad membela Tariq bin Ziyad. Diam-diam dia mengirim kabar kepada Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik di Damaskus tentang situasi yang berkembang.  

Al-Walid sangat marah mendengarnya. Lalu ia menyurati Musa dan memerintahkan agar kedudukan Tariq dipulihkan sebagai komandan pasukan. 

Dan Musa menaati perintah pemimpinnya di Damaskus itu. Kemudian kedua panglima itu bergerak terus ke utara, hingga berhasil menaklukkan Castilla, Aragon, dan Catalonia (Barcelona). 

Keduanya bahkan sampai ke pegunungan Pyrennes yang menjadi batas antara Spanyol dan Prancis. Sekiranya tak ada perintah dari Damaskus untuk menghentikan penaklukan, niscaya gerakan mereka berdua tak tertahankan untuk menguasai seluruh Benua Eropa.

Sosok Tariq bin Ziyad Diabadikan

Perjalanan hidup Panglima Tariq bin Ziyad, sang penakluk Spanyol yang agung, telah menjadi bagian dari sejarah patriotisme Islam melalui penaklukan Andalusia. Nama pejuang Islam ini begitu harum, hingga diabadikan di semenanjung perbukitan karang setinggi 425 meter, tempat pasukan Tariq mendarat pertama di pantai tenggara Spanyol, yakni Gibraltar atau Jabal Tariq.

Dalam kitab Tarikh al-Andalus, disebutkan jika sebelum meraih keberhasilan ini, Tariq mendapatkan firasat bahwa ia pernah bermimpi melihat Rasulullah SAW bersama keempat Khulafa’Al-Rasyidin berjalan di atas air hingga menjumpainya. Lalu Rasulullah SAW memberitahukan kabar gembira bahwa ia akan berhasil menaklukkan Spanyol (Andalusia). Kemudian Rasulullah pun menyuruhnya untuk selalu bersama kaum Muslimin dan menepati janji.

Topik
sejarah islamJabal TariqGibraltarAndalusiaMonumen pesawat di Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru