Asyik Bersepeda, Anak Perempuan 7 Tahun Tertabrak dan Terlindas Mobil hingga Tewas

Apr 27, 2021 17:44
Saksi mata Faisol saat menunjukkan lokasi kejadian mobil tabrak anak kecil. (foto: istimewa)
Saksi mata Faisol saat menunjukkan lokasi kejadian mobil tabrak anak kecil. (foto: istimewa)


MALANGTIMES - Viral di media sosial sebuah video yang menunjukkan anak perempuan tertabrak dan terlindas sebuah mobil. Dari keterangan video tersebut, tertera bahwa lokasi kejadian ada di wilayah Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Kejadian nahas yang menimpa anak kecil tersebut diunggah oleh akun instagram @Ngalamlop dengan menunjukkan rekaman CCTV, Senin (26/4/2021) kemarin. Setelah ditelusuri, kejadian itu tepatnya berada di Jalan Pandowo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Setelah mencoba mencari keberadaan lokasi tersebut, media ini bertemu dengan salah seorang saksi yang kebetulan saat kejadian  berada di lokasi tersebut. Saksi itu adalah Faisol (49), yang pada waktu kejadian melihat korban bernama Bilqis Anindita Kanaya Junaedy (7) sedang mengayuh sepeda keluar dari sebuah gang.

Saat itu, posisi Bilqis dari arah barat ke timur. Sementara itu, terdapat mobil bewarna abu-abu yang melaju dari arah utara dan berpapasan dengan sepeda yang dikayuh anak kecil tersebut.

“Saya kan pas di dalam rumah. Nah korban itu datang dari arah barat pakai sepeda. Terus mobil dari arah utara. Mungkin mobil itu menghindari jalan rusak dan ngambil jalur agak menyamping. Jadi, anak itu juga tidak tahu kalau ada mobil akan melintas. Dan akhirnya ketabrak,” ungkap Faisol.

Dari video yang beredar, setelah menabrak anak kecil itu, mobil tetap melaju. Bahkan sempat melindas dua kali badan Bilqis.

“Dia itu tidak berhenti sampai sekitar 20 meter.  Baru berhenti saat saya teriak-teriak. Itu kelihatan saya di CCTV,” ungkap Faisol seraya saat ditunjukkan postingan video kejadian.

Faisol pun membeberkan kondisi korban yang cukup membuat ia syok. Hal itu karena ia melihat tulang punggung korban patah. Bahkan kepalanya mengeluarkan darah akibat tabrakan dan lindasan.

“Karena panik, saya langsung membawa anak itu ke mobil yang menabrak dan langsung dibawa ke RSUD Lawang didampingi tetangga saya,” kata dia.

Sementara it,  ayah  Bilqis, Dedik Junaedy (41), mengaku bahwa ia tidak tahu persis bagaimana kronologi kejadian yang membuat nyawa anaknya melayang. Saat itu, Dedik sedang tidak enak badan dan tidur dan kebetulan yang memantau anaknya adalah sang istri.

Tetapi karena adik korban mengantuk, istri Dedik masuk rumah. Sehingga korban bersama kakaknya bermain di sekitar gang tersebut.

“Nah waktu itu Bilqis ini pinjam sepeda temannya. Dan nggak tahu tiba-tiba kakaknya itu ke rumah dan teriak-teriak ke saya dan istri kalau adiknya jatuh,“ ungkao Dedik.

Setengah sadar, Dedik pun berlari keluar rumah. Namun karena berselang lima menit dari waktu kejadian, Dedik pun mengaku tidak menemui Bilqis di tempat kejadian perkara.

“Saat itu sudah dibawa. Pas saya lihat itu sudah sepi dan dibawa ke RSUD Lawang. Jadi, saya tidak tahu kondisi anak saya dan pelakunya bagaimana,” kata Dedik.

Karena khawatir, Dedik pun langsung menuju ke RSUD Lawang untuk memastikan kondisi anaknya. Di sana, dia menunggu anaknya dirawat di UGD hingga dinyatakan kehilangan nyawa. “Kata dokter, akhirnya anak saya jantungnya tidak bisa berdetak lagi,” kata dia.

Dari situ, Dedik panik karena tidak tahu siapa pelaku yang menabrak anak perempuan keduanya itu. Sehingga, Dedik mencoba bertanya ke salah satu resepsionis di RSUD Lawang.

“Saya tanya yang mengantar ke sini siapa. Resepsionisnya bilang ada bapak-bapak dua yang ngantar. Satu berbaju putih itu tetangga saya dan berjaket hitam itu saya nggak tahu. Tapi pas saya cari tahu, katanya pulang dulu dan akan balik,” kata Dedik saat ditemui di rumah duka, Selasa (27/4/2021).

Dari situ Dedik sempat pasrah karena tidak tahu keberadaan pelaku. Namun Dedik mendapatkan informasi bahwa polisi telah mengamankan pelaku.

“Tapi nggak tahu benar atau tidak. Katanya nanti akan dimediasi pelaku ke rumah sini sama polisi. Polsek Lawang kayaknya,” ujar dia.

Tetapi setelah berpikir panjang, Dedik mengaku ikhlas dan tidak akan menuntut kasus penabrakan yang membuat ia kehilangan anak keduanya itu. “Saya tidak ingin ada yang disalahkan. Ini semua sudah takdir. Saya ikhlas,” pungkasnya.

Topik
Kejadian ViralPekerja migran asal Blitar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru