Kisah Pilu Nenek Tinggal Sebatang Kara di Rumah Nyaris Roboh Bersama Belasan Kucing!

Apr 27, 2021 14:16
Ngedum Ojir (YouTube JatimTIMES)
Ngedum Ojir (YouTube JatimTIMES)

INDONESIATIMES - Program berbagi Ngedum Ojir JatimTIMES Network kembali hadir di bulan suci Ramadan 1442 H. Seperti diketahui di bulan suci ini sudah sepatutnya kita saling berbagi dan membantu yang membutuhkan. 

Kisah memprihatinkan sekaligus menggugah hati pada episode Ngedum Ojir Ramadan kali ini datang dari seorang nenek yang tinggal di rumah nyaris roboh. Di rumah itu, sang nenek hanya ditemani oleh belasan kucing. 

Nenek tersebut bernama Maryati. Tim Ngedum Ojir pun menyambangi persinggahan nenek Maryati yang ada di Dusun Karangjambe, Desa Jambearjo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.

Diawali dengan sambutan, Direktur JatimTIMES Network Lazuardi Firdaus, diceritakan jika kehidupan nenek Maryati sangat memprihatinkan. Ia harus hidup sebatang kara di usia yang sudah tua dan di rumah yang kecil. 

Tak lama, tim Ngedum Ojir tiba di kediaman nenek Maryati. Tampak kondisi rumah sang nenek yang memang sangat kecil dan terdapat papan tulisan jika rumah tersebut merupakan hasil bantuan sosial. 

Tiba di rumah nenek Maryati, Firdaus dan tim di sambut dengan tawa sang nenek. Saat itu, Maryati ditemani oleh sang tetangga yang selama ini membantunya. 

Nenek Maryati pun lantas menceritakan kepada Firdaus jika beliau merupakan warga asli Malang. "Malang e Mergosono gang limo (5), bapak jeneng e Wak Jan, Ibuk Gimuk, (bapak namanya Wak Jan; red), ujar Maryati. 

Firdaus lantas bertanya apakah Maryati memiliki anak atau tidak. "Nggak due, (tidak punya; red)," cetus Maryati. 

Ia pun mengaku jika ia hidup sendiri di rumah tersebut. Saat mencoba masuk ke dalam rumah, Firdaus menemukan banyak kucing. 

Firdaus pun melihat kondisi tempat tidur nenek Maryati yang kurang layak. Selain itu, rumah tersebut juga hampir roboh. 

Banyak sekali sarang laba-laba di bagian atap. Selain itu, sang tetangga mengatakan jika Maryati tidak mau mandi. 

Firdaus pun bertanya apakah benar nenek Maryati tidak mau mandi. Namun Maryati mengaku jika ia mau mandi. 

Firdaus pun melontarkan candaan. "Makane ketok ayu koyok pramugari," canda Firdaus. 

"Walaupun dalam kondisi memprihatinkan, Mbah Maryati ini tetap senang bercanda," cetus Firdaus. 

Hingga tiba waktunya, tim Ngedum Ojir memberi sedikit bantuan kepada nenek Maryati. Heryanto, GM JatimTIMES pun membantu untuk menghitung jumlah uang senilai Rp 1 juta. 

“Matur suwun yo, ati-ati, maleh guyon yo,” ucap Maryati usai menerima bantuan tersebut. 

Program Ngedum Ojir tersebut merupakan bentuk kepercayaan dari pembaca JatimTIMES Network untuk kemudian bisa disalurkan kepada masyarakat yang kurang mampu. Para pembaca JatimTIMES Network pun bisa menyampaikan kepeduliannya dan turut berbagi dengan mendatangi atau menghubungi kantor JatimTIMES.

Dengan program ini, diharapkan masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat merasakan sedikit kebahagiaan serta memberikan inspirasi mengenai nilai-nilai kehidupan kepada pembaca setia JatimTIMES Network di mana pun berada.

Episode JatimTIMES Ngedum Ojir akan terus berlanjut untuk “Berbagi Kebahagiaan dan Mengukir Senyuman”.

 

Topik
ngedum ojirprogram ngedum ojirBerbagi Kebahagiaan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru