Diduga Pingsan, Lelaki Ditemukan Hanyut dan Meninggal di Bantaran Sungai

Apr 26, 2021 16:08
Lokasi ditemukannya Tomy saat hanyut terbawa arus (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Lokasi ditemukannya Tomy saat hanyut terbawa arus (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Masyarakat disekitar Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Al-Rifa'ie, Desa Ketawang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Senin (26/4/2021) dibuat geger dengan adanya seorang mayat berjenis kelamin laki-laki yang hanyut di bantaran sungai.

Dari informasi yang diterima media ini, mayat laki-laki tersebut diketahui bernama Tomy Fendy Hendrawijaksa (40), warga Desa Pesanggrahan, Kota Batu. Sehari-harinya, pria nahas tersebut merupakan pegawai kontrak Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPUSDA) Kabupaten Malang.

Salah seorang saksi mata, Muhammad Anas mengatakan, mulanya ada beberapa warga yang berteriak histeris karena melihat sosok mayat yang mengambang terbawa aliran sungai.

“Akhirnya dicegat didekat ini, kemudian bersama-sama kami naikkan ke daratan,” kata Anas yang merupakan seorang karyawan di Ponpes Al-Rifa'ie.

Sementara warga lain menemukan motor tak bertuan yang terparkir didekat sungai atau sekitar kurang lebih 500 meter dari lokasi Tomy ditemukan. Disitu warga juga menemukan sebuah tas berwarna biru tua yang berisi beberapa barang dan identitas yang tak lain adalah milik Tomy.

“Saat ditemukan itu tasnya juga masih utuh dan tidak ada (barang, red) yang hilang,” kata Anas.

Anas pun menduga, bahwa korban jatuh ke aliran sungai akibat tidak sadarkan diri. Sebab, jika dalam keadaan sadar, dia yakin Tomy tidak akan hanyut terbawa arus, karena sungai di sana tergolong sungai yang tidak terlalu dalam.

“Kedalamannya kurang dari satu meter atau se-paha orang dewasa saja ini. Jadi walaupun tidak bisa berenang, tidak mungkin hanyut,” ujar dia.

Sementara itu, salah seorang rekan kerja korban yang tidak ingin menyebutkan namanya membenarkan bahwa Tomy adalah petugas kontrak DPUSDA Kabupaten Malang. Bahkan, korban merupakan anak seorang Kepala Desa Bantur, Kecamatan Bantur.

Dari sepengatahuan teman kerjanya itu, memang Tomy kerap mendadak pingsan. Namun ia mengaku tidak tahu penyakit apa yang dideritanya.

“Terakhir sekitar 6 bulan yang lalu sepertinya. Ketika naik sepeda motor tiba-tiba pingsan. Sekitar 2 jam akhirnya sadar dan normal lagi,” ungkapnya.

Dia menduga, sebelum kejadian temannya itu mungkin berniat untuk BAB di pinggir sungai yang ada disana. Namun kemungkinan besar penyakitnya kambuh, sehingga menyebabkan ia tak sadarkan diri dan hanyut terbawa arus.

“Mungkin mau BAB, tapi akhirnya pingsan dan langsung tercebur,” tutupnya.

Topik
Penemuan MayatKabupaten Malangpos mudik ngawiBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru