Jelang Idul Fitri, Wali Kota Batu Dewanti Gelar Apel Kesiapan Larangan Mudik

Apr 26, 2021 11:38
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko bersama Prokopim gelar Apel Kesiapan Larangan Mudik di halaman Balai Kota Among Tani, Senin (26/4/2021) (foto: Mariano Gale/Jatim Times)
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko bersama Prokopim gelar Apel Kesiapan Larangan Mudik di halaman Balai Kota Among Tani, Senin (26/4/2021) (foto: Mariano Gale/Jatim Times)

BATUTIMES- Jelang Hari Raya Idhul Fitri 2021, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko  gelar Apel Kesiapan Larangan Mudik di halaman Balai Kota Among Tani, Senin (26/4/2021).

Dewanti menjelaskan, penyelenggaraan apel untuk memenuhi instruksi dari pemerintah pusat terkait larangan mudik. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak Polres Batu dan tokoh masyarakat untuk menjaga, menghalau, serta mensosialisasikan larangan mudik.

"Polres Batu sendiri sudah menyiapkan segala sesuatunya beserta jajaran dan bekerja sama dengan tokoh masyarakat. Mudah-mudahan, dalam hal ini nanti tidak hanya untuk menghalau orang, tapi juga mencegah dan mensosialisasikan supaya keluarga-keluarga yang dari luar Kota Batu ini tidak masuk ke Kota Batu dahulu. Demi kemanan dan kebaikan kita semua," jelasnya.

Nantinya, akan ada empat pos pengamanan. Di antaranya, di Alun-alun, Pendem, Giripurno, dan di perbatasan Pujon. Maka, pihaknya menegaskan, untuk warga yang nekat mudik ke Kota Batu, maka akan dilakukan karantina.

"Jika ada warga yang datang ke Kota Batu, akan di-Swab dulu. Kemudian di karantina lima hari. Jika hasilnya negatif, baru diperbolehkan pulang ke rumahnya. Nanti Pemkot Batu melalui Dinas Kesehatan akan menyiapkan karantina," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, dr Kartika mengatakan, seperti yang diketahui, penyebaran virus ini melalui droplet dan kontak. Artinya ketika banyak kerumunan maka potensinya semakin besar.

Jadi ini sangat bisa diprediksi, dimana ketika selesai liburan ataupun ada event kegiatan bisa muncul kasus-kasus baru. Karena sebagian dari masyarakat adalah Orang Tanpa Gejala (OTG).

"Kami masih belum tahu volume pemudik. Paling tidak, kami menyiapkan secara acak. Per pos paling tidak perharinya bisa 15 rapid antigen per posnya," ujarnya.

"Untuk kelanjutan pos mana yang harus disiapkan rapid antigen, kami juga masih akan berkoordinasi lagi terkait dimana letak pos yang akan diberlakukan rapid antigen. Untuk personil setiap pos kami akan menyediakan satu driver dan dua paramedis," imbuhnya.

Topik
Berita BatuDewanti Rumpokolarangan mudik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru