Personel KRI Nanggala-402 yang Viral Dihadang Anaknya Ternyata Mantan Kader HMI Universitas Brawijaya

Apr 25, 2021 16:24
Sosok Lettu Imam Adi (dilingkari) saat mengikuti Latihan Kader (LK) 1 Himpunan mahasiswa Islam (HmI) Komisariat Hukum Universitas Brawijaya pada tahun 2009 silam. (Foto: Istimewa)
Sosok Lettu Imam Adi (dilingkari) saat mengikuti Latihan Kader (LK) 1 Himpunan mahasiswa Islam (HmI) Komisariat Hukum Universitas Brawijaya pada tahun 2009 silam. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Salah satu personel kapal selam KRI Nanggala-402 sempat viral karena dihadang ananknya untuk tidak berangkat bertugas. Diketahui anggota TNI AL yang videonya  viral itu adalah Lettu Imam Adi. 

Ternyata Imam Adi merupakan kader Himpunan mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Salah satu rekan  Imam Adi, yakni Lukman Chakim, banyak bercerita mengenai kenangannya saat menjadi mahasiswa dan bersama-sama berhimpun di HMI Komisariat Hukum UB. Lukman mengatakan bahwa awal dirinya mengenal Imam saat bersama-sama berada di satu kelas internasional pada tahun 2009.

"Kami dulu satu kelas di kelas internasional pada waktu itu. Kami sama-sama masuk  Fakuktas Hukum UB tahun 2009. Sama-sama juga LK (latihan kepemimpinan) di HMI Komisariat Hukum. Di kelas internasional itu untuk anak HMI ada saya, ada Ridwan,  Rendra dan Imam," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Minggu (25/4/2021).

Lukman yang juga merupakan ketua HMI Komisariat Hukum UB tahun 2012 ini menuturkan bahwa sosok Imam memang memiliki pendirian  teguh. Imam juga sosok yang jika memiliki keinginan, sangat fokus untuk meraihnya.

"Seinget saya, dulu dia pernah cerita bahwa ini adalah kaki ketiga  dia masuk Akademi Militer (Akmil). Awal lulus SMA, nyoba tapi  gagal. Habis itu dia kuliah. Semester dua, dia nyoba lagi tapi gagal lagi. Barulah yang ketiga di semester 4, dia masuk dan akhirnya memilih di Akmil yang sesuai dengan apa yang dia cita-citakan," ungkapnya.

Ternyata usaha-usaha untuk berlatih pendidikan militer pun  sudah dilakukan Imam sejak mahasiswa. Sebelum lolos di seleksi Akmil tahun 2011, Imam sempat terdaftar menjadi anggota Menwa (Resimen Mahasiswa) Universitas Brawijaya. "Memang dia punya keinginan besar untuk masuk TNI," ujar Lukman.

Pernah suatu waktu, ketika anggota HMI Komisariat Hukum UB mengadakan aksi demo, terdapat penghadangan oleh  Menwa UB. Ternyata di barisan penghadang tersebut, salah satunya terdapat Imam.

"Satu hal yang paling saya ingat dari Imam adalah orangnya tidak tertutup untuk dikritik. Itu yang saya paling suka dari Imam. Karena dulu memang saya pernah mengkritik terkait menwa. Soalnya, pernah HMI ada aksi, ternyata yang menghadang dari menwa dan salah satunya Imam. Tapi dia sendiri orangnya care," beber  Lukman.

Aktivis yang juga ketua LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Surabaya Pos Malang ini menyampaikan, meskipun saat aksi dihadang Imam selaku kapasitasnya sebagai anggota Menwa UB,  Imam merupakan sosok yang memiliki cara sendiri untuk menyampaikan aspirasi.

"Dia sendiri juga pernah mengkritik terkait dengan kenapa kita aksi sampai menghadang jalan dan akhirnya menimbulkan kemacetan. Dia pun tidak setuju dengan hal itu. Bukan berarti dia tidak mau untuk beraksi, nggak," kata Lukman. 

"Mengkritik itu nggak harus selalu begitu, Man. Kan kritik itu bisa dengan tulisan dan lain sebagainya," ucap Lukman  menirukan perkataan Imam saat masih mahasiswa dulu.

 Lukman bersama Imam juga pernah melaporkan satu dosen yang saat itu tidak sering masuk untuk mengajar dan cenderung seenaknya sendiri. "Pernah sekali saya, Imam, sama Ridwan melaporkan salah satu dosen karena dia jarang masuk. Sudah jarang masuk, jarang ngajar, tiba-tiba ujian seenaknya sendiri.  Pada waktu itu kami yang melaporkan dan dia memang juga terlibat dengan hal itu," katanya.

Artinya, lanjut Lukman, sosok Imam ini tidak menutup mata terhadap kondisi yang terdapat di sekitarnya. "Ketika dia salah, dia dikritik dan dia juga terbuka. Dia menerima itu dengan baik. Saya kira sosok yang seperti itu yang saya kira selalu kita kenang dan dia orangnya humble," imbuhnya.

Terakhir, Lukman berharap, karena belum adanya pemberitahuan secara resmi soal nasib seluruh personel di KRI Nanggala-402, dirinya masih berharap ada kabar baik terkait Imam dan personel lainnya. "Saya masih berharap bahwa ada kabar yang terbaik dari saudara saya dan kru lainnya. Always the best brave for you, Brother," pungkasnya.

Topik
Waktu yang baik untuk sahurAgenda kerja pemerintahdenny richi sambudi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru