Peristiwa Besar yang Terjadi di Bulan Ramadan (13)

Perang Terakhir Nabi Muhammad SAW, Kala 1 Unta Dikendarai 10 Sahabat

Apr 25, 2021 07:54
Ilustrasi (Foto: Wahid Foundation)
Ilustrasi (Foto: Wahid Foundation)

INDONESIATIMES - Perang Tabuk juga menjadi sejarah Islam yang terjadi di bulan suci Ramadan. Perang Tabuk sendiri merupakan peperangan yang mahsyur dalam sejarah perkembangan Islam. 

Hal ini karena perlawanan tersebut adalah perang terkahir yang diikuti oleh Nabi Muhammad SAW. Perang Tabuk juga menjadi ujian untuk keimanan dan loyalitas kaum Muslim. 

Perang Tabuk ini sebenarnya dimulai pada bulan Rajab tahun 9 Hijriyah. Namun, peristiwa ini layak dikenang sebagai peristiwa penting pada Bulan Ramadan, karena Rasulullah SAW bersama pasukan muslim kembali dari Tabuk pada 26 Ramadan, dengan memperoleh sejumlah kesuksesan. Perang Tabuk ini terjadi di sebuah kota yang terletak di antara lembah al-Qura dan Syam.

Awal mula terjadinya Perang Tabuk

Perang Tabuk diduga disebabkan oleh Raja Romawi, Heraklius. Kala itu, Heraklius hendak menyerang Madinah Munawwarah dengan tentara yang besar melalui Syam. 

Mendengar kabar, Nabi Muhammad SAW langsung mempersiapkan diri.
Beliau mengumumkan kabar itu kepada kaum Muslim dan segera melakukan persiapan.

Rasulullah SAW juga menyarankan pengumpulan dana. Hingga akhirnya, Abu Bakar mengorbankan seluruh hartanya. 

Umar ra juga mengorbankan setengah harta dan Utsman ra mengorbankan perlengkapan perang untuk sepertiga pasukan. Sahabat lainnya pun juga menginfakkan lebih dari kemampuan mereka.

Setelah persiapan selesai, Rasullulah SAW lantas memimpin 30.000 kaum Muslimin secara langsung. Mereka berangkat untuk menghadang pasukan Romawi.

Kabar kedatangan Nabi Muhammad SAW dan pasukan ini lantas dianggap sebelah mata oleh Heraklius. Ia yakin kaum Muslim tak akan mampu melewati padang pasir dan mendatangi mereka lantaran cuaca saat itu sangat panas.

Ujian Keimanan

Panasnya cuaca kala itu, bukan menjadi satu-satunya tantangan dalam Perang Tabuk. Kaum Muslim juga harus memperjuangkan keimanan mereka yakni dengan keterbatasan bahan makanan.

Lantaran, kebun-kebun di Madinah sedang musim panen. Sebagian besar penduduk Madinah mendapat penghasilan dari bertanam kurma.

Bisa dikatakan musim panen itu adalah rezeki mereka selama setahun. Kendati demikian, kaum Muslim tetap bertakwa kepada Allah SWT.

Mereka mengorbankan rezeki itu dan berangkat untuk menghadang pasukan Romawi. 

Perjalanan pasukan kaum Muslimin menuju Tabuk memakan waktu hingga 20 hari. Medan yang mereka tempuh sangat sulit.

Perang ini bahkan di juluki "Pasukan Jaisyul Usrah" yang artinya pasukan yang dalam keadaan sulit. Keadaan para sahabat pun sedang susah hingga membuat seekor unta harus dikendarai oleh 10 orang sahabat secara bergantian.

Mundurnya Pasukan Romawi

Setelah pasukan Muslim sampai di Tabuk, pasukan Romawi justru mundur. Mereka gentar terhadap kaum Muslim yang kuat. Pasukan Romawi malah bersembunyi di benteng-bentengnya.

Panglima Khalid bin Walid sempat meminta izin untuk mengejar Heraklius dan pasukananya. Namun, niat itu dilarang oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau mengatakan jika tujuan kedatangan kaum Muslim adalah untuk merebut wilayah Arab yang sempat ditaklukkan pasukan Romawi.

Perlu diketahui, Perang Tabuk mengajarkan pentingnya kejujuran iman dan bertahan dalam kesusahan yang ada.

Topik
Perang TabukNabi Muhammad SAWRasulullah SAWsejarah islamKhalid Bin Waliddunia islam
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru