Selain Bangun Rumah Bagi Korban Gempa, Pemkab Malang Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Apr 24, 2021 22:04
Salah satu rumah rusak berat akibat gempa yang ada di Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang (foto: Hendra Saputra/ MalangTIMES)
Salah satu rumah rusak berat akibat gempa yang ada di Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang (foto: Hendra Saputra/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Gempa bumi bermagnitudo 6,1 Sabtu (10/4/2021) membuat sejumlah bangunan di Kabupaten Malang rusak. Hal itu membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang kini terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Koordinasi lintas sektoral di lingkup pimpinan daerah di Kabupaten Malang terus dilakukan. Hal itu karena Bupati Malang HM Sanusi berharap ada suatu perhatian yang lebih serius pada aspek penanggulangan bencana.

“Itu juga dalam upaya meminimalisir dampak dari bencana seperti kerugian materiil, korban jiwa serta kerusakan sarana dan prasarana umum lainnya,” kata Sanusi.

Saat ini, Pemkab Malang masih fokus dalam pembangunan Rumah Tumbuh agar para pengungsi segera bisa tinggal di rumah masing-masing. Meski tergolong sederhana, namun Sanusi berharap hal itu dapat sedikit meringankan beban korban gempa bumi.

“Untuk membangun rumah itu kami akan laksanakan dengan melibatkan semua SKPD dan camat, nantinya sekitar 300 rumah akan kita bangun,” jelas Sanusi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan bahwa masa tanggap darurat bencana resmi diperpanjang mulai hari ini. Hal itu karena penanganan paska gempa yang dilakukan belum usai.

“Diperpanjang karena memang penanganan darurat belum selesai. Pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, minuman dan hunian juga masih proses. Terutama pembersihan material juga terus berjalan,” kata Sadono.

Lanjut Sadono, untuk pembangunan 300 rumah tumbuh sendiri ditargetkan rampung menjelang lebaran. Namun jumlah tersebut masih tahap awal dan memprioritaskan warga yang rumahnya diketahui dan dilaporkan roboh akibat gempa.

“Ini baru awal, yang prioritas. Yang memang dilaporkan benar-benar roboh,” jelas Sadono yang juga menyebut bahwa 300 titik pembangunan rumah tumbuh itu terdapat di 5 kecamatan dan dinilai terdampak gempa paling parah. Mulai dari Sumbermanjing Wetan, Turen, Dampit, Tirtoyudo dan Ampelgading.

Topik
Gempa BumiGempa Malangdana stimultan bnpb

Berita Lainnya

Berita

Terbaru