Ini Kebutuhan Dana Untuk Renovasi Rumah Korban Gempa di Lumajang

Apr 24, 2021 19:38
Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq ketika menerima kunjungan dari BNPB (Foto : Kominfo / JatimTimes)
Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq ketika menerima kunjungan dari BNPB (Foto : Kominfo / JatimTimes)

LUMAJANGTIMES - Berdasarkan data terakhir yang masuk ke Pemkab Lumajang terkait kerusakan rumah akibat gempa 10 Apri lalu, anggaran yang diperlukan untuk perbaikan rumah tersebut memerlukan dana lebih dari 69,6 Milyar.

Perhitungan ini berdasarkan kerusakan yang berhasil di data oleh tim Verifikasi dan Laporan yang dibentuk Pemkab Lumajang.

Bupati Lumajang menjelaskan jumlah rumah yang rusak akibat gempat di Kabupaten Lumajang mencapai 3.361 rumah yang terdiri dari 618 rumah rusak berat, 752 rusak sedang dan 1.991 rusak ringan.

Jika dihitung dengan rencana pemerintah pusat untuk membantu renovasi rumah tersebut, maka jumlah dana yang diperlukan cukup besar.

Untuk rumah yang rusak berat sebanyak 618 rumah dengan bantuan Rp 50 juta, maka diperlukan anggaran sebesar Rp 30.900.000.000 (30,9 Miliyar). Sedangkan untuk 752 rumah rusak sedang dengan bantuan sebesar Rp 25 juta diperlukan anggara sebesar Rp 18.800.000.000 (18.8 Milyar, sedangkan untuk 1.991 rumah rusak ringan dengan bantuan Rp 10 juta diperlukan anggaran Rp 19.910.000.000 atau hampir 20 Milyar.

Secara keseluruhan jika tidak ada tambahan rumah yang rusak akibat gempa di Lumajang, maka dana yang diperlukan sebesar Rp 69,6 Milyar lebih.

"Verifikasi data ini dipercepat agar bantuan dari BNPB  dapat segera direalisasikan dan perbaikan itu bisa segera dilaksanakan," kata Bupati Lumajang ketika menyampaikan lapoan kepada Deputi dari BNPB. 

Sementara itu, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Ir. Rifai MBA mengapresiasi kerja cepat Bupat Lumajang dalam menginventarisir kerusakan yang terjadi.

"Saya sangat apresiasi hari ini administrasinya data by name by address ini sudah sangat siap. Ini merupakan kerja yang luar biasa. Dalam waktu kurang dari dua minggu sudah tersedia data yang cukup lengkap," kata Ir. Rifa'i.

Rifai berharap proses validasi data segera dapat rampung sehingga penyaluran bantuan dapat segera dilakukan.

"Paling tidak minggu depan prosesnya  sudah bisa saya naikkan ke Inspektorat Jenderal. Harapan kami dua minggu dari sekarang prosesi kami di sini, dan saya akan kembalikan ke Pak Bupati," Ir. Rifa'i

Topik
gempa susulanKecamatan Pronojiwo LumajangKecamatan Tempursari LumajangBupati LumajangBNPB RI

Berita Lainnya

Berita

Terbaru