Usai Diterpa Isu Terkait HTI, SDIT Insantama Malang Beberkan Kegiatan Sekolah

Apr 24, 2021 19:18
Kondisi SDIT Insantama Malang yang terletak di Jalan Pringgandani, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang tampak asri dan sejuk. (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES)
Kondisi SDIT Insantama Malang yang terletak di Jalan Pringgandani, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang tampak asri dan sejuk. (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Usai diterpa isu keterkaitan kepemilikan SDIT Insantama Malang dengan eks juru bicara HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) Ismail Yusanto, pihak dari SDIT Insantama Malang telah menegaskan bahwa tidak terdapat keterkaitan itu.

Kepala Sekolah SDIT Insantama Malang Putut Ady Nugroho, SP juga telah menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan bahwa SDIT Insantama Malang dimiliki oleh eks juru bicara (jubir) HTI Ismail Yusanto tidak benar.

"Kita bahkan legal formalnya sudah mengajukan ke dinas. Di sana sudah dipenuhi semua syarat-syaratnya yayasan dan macam-macam. Jadi SDIT Insantama Malang ini miliknya Yayasan Pendidikan Islam El-Himma Malang. Tidak ada kaitannya seperti yang diberitakan bahwa ini milik beliau (eks jubir HTI Ismail Yusanto, red)," ungkapnya kepada MalangTIMES.com.

Pria yang akrab disapa Ady ini pun menjelaskan bahwa seluruh kegiatan belajar mengajar yang dilakukan SDIT Insantama Malang sudah sesuai dengan kurikulum 2013 sesuai ketetapan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang.

"Semua sekolah yang berada di bawah naungan dinas, ada aturan mainnya. Izin operasional dan macam-macam. Selama itu dipenuhi berarti sekolah itu legal formal. Kemudian konsekuensinya harus mengikuti kurikulum dinas yang diterapkan adalah kurikulum 2013," ujarnya.

Lanjut Ady bahwa pihaknya juga telah membuat skema pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013 dan juga menjalankan program-program sekolah yang tertuang dalam slogan "Sekolah Para Juara".

"Sekolah Para Juara maksudnya untuk anak-anak yang mempunyai kelebihan potensi masing-masing sesuai yang diberikan oleh Allah Subhanahuwataala. Bukan berarti kita selalu mengikuti kompetisi kemana-mana memborong piala dan macam-macam bukan seperti itu," tuturnya.

Ady mengatakan bahwa pihaknya juga mengacu pada teori multiple intelligence yang di dalamnya terdapat 8 kecerdasan yang dapat dikembangkan. Karena ia percaya, masing-masing anak pasti memiliki kelebihan potensi di satu bidang.

"Mungkin dia punya kelebihan di matematika tapi dia memiliki kelemahan di bidang seni, olahraga. Sebaliknya juga ada anak yang mempunyai kelebihan di bidang olahraga dan lemah di bidang lainnya, itu yang kita apresiasi. Dan itu kita akomodir dalam kegiatan sekolah," terangnya.

Lahan untuk mengakomodir kelebihan para siswa di SDIT Insantama Malang pun digelar satu tahun tiga kali yang diberi nama HKS (Hari Kreativitas Siswa). HKS dibagi dalam tiga gelombang, yang masing-masing memiliki kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda.

"HKS pertama itu kegiatannya untuk mengakomodir geospasial, kecerdasan ruang, waktu. Itu kayak napak tilas, ada pos-posnya. Setiap pos kita kasih tema ganti-ganti. Terakhir kemarin tema menelusuri jejak Wali Songo. Pura-puranya lagi di Gresik dan lain-lain, sambil mengenalkan ini loh para wali yang menyebarkan agama Islam di Indonesia seperti ini," jelasnya.

Selain itu, dengan mengakomodir kecerdasan dalam hal geospasial, para siswa juga diajarkan mengenal arah, mengenal peta, mengenal kompas dan lain sebagainya.

"HKS yang kedua mengakomodir untuk MIPA dan olahraga. Kita wadahi siapa tahu muncul di situ. Yang menonjol akan kita kembangkan, seperti ikut OSN (Olimpiade Sains Nasional, red). Kalau nggak masih ada yang olahraga. Masalah menang itu proses lain. Anak-anak yang berpotensi dikembangkan sesuai kemampuan sekolah," terangnya.

Lebih lanjut Ady menyampaikan bahwa terdapat kegiatan HKS ketiga yang bertujuan untuk mengakomodir kelebihan dan kecerdasan dari para siswa di bidang seni. Baik seni secara umum maupun seni Islami.

"Ya seni Islami ya seni umum. Menggambar, melukis, tarik suara. Kalau yang seni Islam ya ada kaligrafi,  pilkhotbah atau pildacil, nasyid, adzan, tilawah," tandasnya.

Terakhir Ady menuturkan bahwa siapapun dan dimanapun orang tua selalu berkeinginan untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Salah satunya para orang tua yang telah menyekolahkan para putra-putri nya di SDIT Insantama Malang.

"Orang tua kan niatnya mencarikan sekolah yang terbaik. Lah jatuhnya kepada sekolah islam itu memang ya mereka bisa berharap anaknya baik karena Islam," tutupnya.

Topik
ismail yusantosdit insantama malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru