Disnaker-PMPTSP Kota Malang Targetkan Retribusi IMB Tahun 2021 Capai Rp 12,5 Miliar

Apr 23, 2021 14:25
Kepala Bidang Perizinan dan Non Perizinan Pekerjaan Umum Disnaker-PMPTSP Kota Malang <span;>Arif Tri Sastyawan saat ditemui MalangTIMES.com di ruangan kerjanya, Senin (19/4/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Kepala Bidang Perizinan dan Non Perizinan Pekerjaan Umum Disnaker-PMPTSP Kota Malang <span;>Arif Tri Sastyawan saat ditemui MalangTIMES.com di ruangan kerjanya, Senin (19/4/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pada tahun 2021, Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang memikiki target pendapatan retribusi IMB (Izin Mendirikan Bangunan) mencapai Rp 12,5 miliar.

"Ada kenaikan (retribusi IMB, red) menjadi Rp 12,5 miliar dari kemarin Rp 9 miliar di 2020. Kita naik (target, red) menjadi Rp 12,5 miliar di tahun 2021 ini," ungkap Kepala Bidang Perizinan dan Non Perizinan Pekerjaan Umum Disnaker-PMPTSP Kota Malang Arif Tri Sastyawan kepada MalangTIMES.com.

Pria yang akrab disapa Arif ini menuturkan bahwa dengan target capaian di tahun 2020 yang mencapai Rp 9 miliar, Disnaker-PMPTSP Kota Malang telah berhasil melampaui batas capaian target tersebut.

"Kemarin kita di Bulan Desember tanggal 31 kita full. Target kita terlampaui (tahun 2020, red), dari target Rp 9 miliar tercapai lebih dari Rp 9 miliar, hampir Rp 10 miliar," ujarnya.

Sedangkan, Disnaker-PMPTSP Kota Malang yang telah menargetkan retribusi IMB pada tahun 2021 mencapai Rp 12,5 miliar, hingga Bulan April 2021 atau pada triwulan pertama juga telah melampaui target. "Kita sampai triwulan pertama masih sekitar lebih dari Rp 2 miliar. Terlampaui lah target di triwulan pertama ini," sebutnya.

Lanjut Arif, bahwa untuk saat ini Disnaker-PMPTSP Kota Malang sedang terus mengupayakan untuk seluruh bangunan yang terdapat di Kota Malang agar memiliki IMB. Hal itu dilakukan supaya target tiap triwulan terlampaui, sehingga target di akhir tahun juga terlampaui.

"Ya yang pasti kita mengupayakan untuk semua bangunan harus ber-IMB di Kota Malang. Mulai dari rumah, dari usaha, semuanya harus segera mengurus IMB. Dengan begitu kan kita bisa memenuhi target yang dibebankan ke kita retribusi di tahun 2021 ini," jelasnya.

"Makanya setelah orang mengurus KRK (Keterangan Rencana Kota, red) kita upayakan untuk segera mengurus IMB. Kalau nggak begitu kita nggak punya target. Nggak bisa melampaui target yang dibebankan ke kita. Ke Disnaker-PMPTSP," imbuhnya.

Terkait imbauan kepada masyarakat agar segera mengurus IMB, Arif pun mengatakan bahwa prosedur untuk pengurusan IMB saat ini juga tidak berbelit-belit, malah lebih dipermudah.

"Mengurus KRK langsung proses ke IMB yang penting gambarnya dari yang bersangkutan sudah siap nanti juga sudah jelas perhitungannya. Retribusinya berapa yang harus dibayar, ada juga perhitungannya. Kan tidak sama perhitungannya antara rumah tinggal dengan rumah usaha," terangnya.

Sementara itu, dijelaskan oleh Arif bahwa untuk proses pengurusan IMB langkah pertama yang harus dilalui yakni mengurus surat keterangan rencana kota terlebih dahulu. "Selanjutnya kalau nanti KRK keluar dan zonasinya sesuai misalkan untuk bangun rumah, bangun ruko atau usaha-usaha yang lain kalau sesuai nanti ditindaklanjuti dengan rekomendasi untuk izin lingkungan dulu," jelasnya.

Untuk izin lingkungannya sendiri, terdiri dari berbagai klasifikasi. Mulai dari usaha kecil yakni SPPL (Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan). Selanjutnya untuk usaha menengah yakni UKL UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup). Serta untuk tingkatan paling tinggi yakni AMDAL (Analisis Dampak Lingkungan).

"Setelah itu keluar izin lingkungan baru proses untuk IMB nya. Kalau untuk rumah ya nggak perlu mengurus izin lingkungan. Kalau sudah sesuai kita kasih IMB," pungkasnya.

Topik
Kota MalangDisnaker PMPTSP Kota Malangarif tri sastyawan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru