Beredar Luas Voice Record Rapat Senat Tertutup UIN Malang, Ada Bakal Calon Lakukan Interupsi Singgung SP3

Apr 22, 2021 17:32
Suasana sebelum rapat senat tertutup UIN Malang digelar, nampak para anggota senat tengah bersiap-siap (doc MalangTIMES)
Suasana sebelum rapat senat tertutup UIN Malang digelar, nampak para anggota senat tengah bersiap-siap (doc MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sebuah rekaman percakapan dalam Rapat Senat tertutup Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang beredar luas. Rekaman tersebut menyebar melalui media sosial WhatsApp, Kamis (22/4/2021). 

Dalam rekaman tersebut, terdengar suara yang dikenali sebagai Ketua Senat UIN Maliki Malang, Prof Muhtadi Ridwan tengah membuka rapat senat dalam agenda Pernyataan Kualifikasi Diri (PKD) dan juga pemberian pertimbangan kualitatif.

Pada saat penulisan PKD, Prof Muhtadi minta kepada mereka yang bukan para calon, bisa meninggalkan ruangan sehingga dalam penulisan PKD oleh para bakal calon rektor bisa berjalan dengan lancar.

"Bapak-ibu yang bukan calon, kita persilahkan untuk mengambil tempat disekitar (diluar ruang rapat senat), Gimana kalau begitu ? (tanya pada anggota senat), saya kira kok begitu, sehingga nanti lancar menulisnya," ungkap Ketua Senat yang di iyakan oleh para anggota senat.

Tak lama setelah itu, terdengar suara yang dikenali merupakan suara Prof Suhartono. Prof Suhartono merupakan salah satu bakal calon yang getol untuk menyuarakan penegakan etika dan norma akademik dalam pemilihan rektor UIN Malang Periode 2021-2025. Pihak getol mengkritisi terhadap bakal calon yang terindikasi plagiasi. Dalam rapat ia menyatakan interupsi.

Prof Suhartono menyampaikan kepada Senat ketidaksesuaian dalam statement senat. Senat menyampaikan kepada media seolah dalam kasus yang dikritisinya mengenai plagiasi yang mengindikasikan salah satu bakal calon, telah disampaikan SP3 (surat penghentian penyidikan perkara) dalam rapat sebelumnya.

Padahal menurutnya, saat itu pihaknya hanya ditunjukkan sebuah berkas, tanpa menunjukkan secara detail isinya, namun dalam penyampaiannya seolah pihaknya telah membaca detail dari SP3 kasus plagiasi itu. "Ini kan kita hanya ditunjukkan berkasnya saja. Mohon ini ada klarifikasi, kalau perlu ditunjukkan, ditunjukkan saya baca. Saya memahami memang di sini tidak saluran untuk penyelesaian," terangnya.

Sementara itu, Prof Suhartono ketika dikonfirmasi perihal rekaman suara yang beredar di Whatsapp tersebut, membenarkan jika suara dalam rekaman tersebut merupakan dirinya. "Enggeh (iya) kok bisa dapat, dari mana ya? Kok cepat sekali tersebar," jelasnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (22/4/2021).

Lebih lanjut ia menyampaikan, dalam forum Senat, pihaknya merasa tak diakomodasi dalam kritisnya terhadap bakal calon yang terindikasi plagiasi. Karena itu, pihaknya kemudian membuat surat yang berisi keresahannya terkait adanya bakal calon yang terindikasi plagiasi dan meminta pihak terkait untuk mengawal dalam proses penyelesaian kasus tersebut.

Surat tersebut bakal ditembuskan kepada enam perangkat negara, mulai dari Ketua DPR RI, Sekjen Kemenag RI, Inspektorat Jenderal Kemenag RI, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Kemenag RI dan Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI.

Dalam surat tersebut, juga terdapat bukti-bukti yang akan diikutsertakan dalam surat yang akan dikirimkan ke enam perangkat negara tersebut. Pihaknya mengaku akan segera mengirimkan urat tersebut secepatnya. "Masih saya siapkan, secepatnya (akan dikirimkan)," terangnya.

Di sisi lain, Prof Zainuddin yang dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Kamis (22/4/2021), terkait menunjukkakn SP3 secara detail, dia enggak menanggapinya. Dia tidak mau memberikan penjelasan terkait persoalan yang diungkit oleh Prof Suhartono. "Tidak perlu, cukup ke ketua Senat saja," pungkasnya.

Topik
UIN Maliki MalangPilrek UIN Maliki MalangProf Muhtadi Ridwanprof suhartono
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru