Dampak Pandemi Covid-19 terhadap UMKM di Daerah Sleman

Apr 20, 2021 14:15
Cafe Taruna (UMKM) milik Novry
Cafe Taruna (UMKM) milik Novry

INDONESIATIMES - Virus Corona adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Gejala Covid-19 yang paling umum adalah demam, batuk kering. Penyakit yang ditimbulkan Covid-19 menyebabkan infeksi pada paru-paru yang berat hingga dapat menyebabkan kematian. Virus Covid-19 pertama kali di temukan di kota Wuhan, China pada akhir desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar hampir ke seluruh dunia.

Akibat menyebarnya pandemi Covid-19 yang melanda di seluruh dunia ada banyak sektor ekonomi yang terpengaruhi. Salah satunya terhadap sektor usaha mikro kecil menengah ( UMKM ) di daerah Sleman. Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) melaporkan bahwa UMKM di Kabupaten Sleman pada tahun 2020 terdapat 48.681 yang terdiri dari 47.611 usaha mikro, 1.026 usaha kecil dan 44 usaha menengah.

Cafe-Taruna-UMKM-milik-Novry7f05e5eae7491910.jpg

Novry (29), salah satu pemilik usaha UMKM di daerah Sleman yang sudah merintis usahanya sejak tahun 2015 silam menjelaskan bahwa pengusaha UMKM di Sleman banyak mengalami penurunan hasil penjualannya akibat dari pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai.

Pada saat awal menyebarnya Covid-19 dan pemerintah menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) Norvy mengatakan bahwa usaha mikro yang ia jalani mengalami penurunan pendapatannya hingga 40% - 50 % dari biasanya. Hal itu di sebabkan karena banyaknya anak kos yang telah pulang kampung dan adanya penerapan PSBB di daerah sleman.

Kondisi ini membuat pengusaha UMKM harus memiliki usaha sampingan lain, jika tidak miliki usaha sampingan akan ada banyak pengusaha UMKM yang gulung tikar disebabkan oleh pandemi Covid-19, ungkap Novry.

Topik
Koperasi dan UMKMUMKMPSBBCovid 19

Berita Lainnya

Berita

Terbaru