Harga Turun, Penjualan Kurma di Kota Malang Naik 50 Persen

Apr 20, 2021 10:59
Sederet kurma di Toko Raja Kurma yang banjir pembeli di bulan Ramadan. (Foto: Istimewa).
Sederet kurma di Toko Raja Kurma yang banjir pembeli di bulan Ramadan. (Foto: Istimewa).

MALANGTIMES - Momen bulan Ramadan tak lengkap rasanya jika tanpa menyajikan buah kurma. Bentuknya yang kecil berwarna kecokelatan ini cukup digemari semua kalangan.

Kabar baiknya, penikmat sajian buah yang juga biasa menjadi suguhan di Hari Raya Idul Fitri ini bisa dengan mudah mendapatkannya di berbagai pusat perbelanjaan. Menariknya lagi, harga kurma  di Kota Malang relatif lebih murah. Karenanya, banyak penjual kurma yang kebanjiran rezeki di bulan penuh berkah ini.

Salah satunya, toko Raja Kurma di Jl Yulius Usman kawasan Kauman, Kota Malang. Aneka jenis kurma yang dijual di toko ini cukup mengalami peningkatan yang cukup drastis, hingga 50 persen.

"Alhamdulillah di bulan Ramadan penjualan kurma meningkat dibanding hari-hari biasa. Meningkat sampai 50 persen. Kurma yang paling diminati memang itu, yang best seller, Kurma Sukari," ujar Pemilik toko Raja Kurma, Yahya Soleh.

Dijelaskan Yahya, best seller Kurma jenis ini lantaran memiliki rasa yang manis, legit, creamy dan lebih empuk. Kini, kata dia, pembeli bisa memesan dengan harga yang relatif lebih murah dari tahun-tahun sebelumnya.

Jika tahun-tahun sebelumnya, Kurma Sukari per 3 kilogram bisa mencapai harga Rp 200 ribuan, kini harganya dikisaran Rp 115 ribu hingga Rp 145 ribuan.

"Itu memang rasanya manis, legit, kayak creamy dan lebih empuk. Dan sekarang harganya lebih murah. 1 kotak itu kan 3 kilo, saat ini hanya Rp 115 ribu, meningkat-meningkat sampai Rp 145 ribuan," imbuhnya.

Menurut Yahya, penyebab dari penurunan harga Kurma ini lantaran adanya penutupan sementara ibadah umrah dan haji di Arab Saudi. Sehingga, penjualan ke luar negeri pun juga relatif diturunkan.

"Mungkin karena Umrah dan Haji ditutup. Jadi, di Saudi Arabia sana pengunjung tudak ada, di sana meluber (Kurma), dan dijual murah di luar," jelasnya.

Selain Kurma Sukari, Yahya menyebut, jenis Kurma Muda Ruthob Rotana juga cukup menjadi favorit pelanggannya. Apalagi, jenis ini terbilang cukup langka, dan membutuhkan proses penyimpanan yang berbeda, yakni di suhu -30.

"Kurma muda Ruthob Rotana itu banyak diminati, karena sangat langka, jarang sekali. Itu kurma yang seperti dikonsumsi di Masjid Nabawi, waktu buka puasa di sana. Jadi separo mateng separo mentah," terangnya.

Lebih jauh, dikatakan Yahya, peminat kurma di tokonya tak hanya dari warga Malang Raya saja, melainkan juga dari beberapa wilayah lain di Jawa Timur. Di antaranya, Blitar, Tulungagung, Kediri, Surabaya hingga Probolinggo.

Bahkan, di bulan Ramadan ini, kata dia cukup menjadi berkah tersendiri lantaran banyaknya permintaan kurma dari pelanggannya. Tahun ini, dirinya menambah pasokan lebih dari 50 persen dibandingkan hari-hari biasa.

"Pasti ada penambahan. Sampai lebih dari 50 persen dari hari biasa, kurang lebih sekitar 40 ton selama bulan Ramadan ini," pungkasnya.

Topik
Penurunan hargabuah kurmaKota Malangkalangan disabilitas

Berita Lainnya

Berita

Terbaru