Pelaku Curanmor Tewas Jatuh dari Atap, Sempat Dikejar dan Dikepung Warga

Apr 20, 2021 04:01
Tampak lokasi rumah korban yang berada di Perumahan Arumba Indah, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (19/4/2021) malam. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Tampak lokasi rumah korban yang berada di Perumahan Arumba Indah, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (19/4/2021) malam. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Satu pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di kawasan Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada Senin (19 April 2021) dini hari tewas. Pelaku hilang nyawa karena terjatuh dari atap rumah warga setelah sebelumnya dikejar oleh korban.

Awalnya, pelaku bernama M. Irawan (21, warga Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, beraksi bersama temannya.  Keduanya menyasar satu rumah kontrakan yang ditempati WND (26) di Perumahan Arumba Indah, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (19/4/2021) dini hari.

Kawanan itu membawa kabur Honda Beat warna merah putih dengan nomor polisi AG-6623-KAG milik WND. "Awalnya saya sudah tidur. Terus teman saya saat nonton YouTube sekitar pukul 02.15 WIB dengar klutek-klutek suara pintu. Dikira kucing, terus dibiarin. Waktu dibiarin, dengar suara sepeda motor itu kencang di depan rumah," ungkap WND.

WND pun langsung refleks menuju pintu rumah. Dia melihat sepeda motornya sudah tidak ada. Dia berusaha  buka pintu. Ternyata pintunya diikat dengan tali rafia oleh pencuri sehingga WND dan temannya, R,  kesulitan keluar. 

"Pintu rumahku ditali rafia dan talinya diplintir. Lah waktu itu pagar nggak digembok, cuma dicantolkan," terangnya.

Setelah membuka tali rafia yang mengikat daun pintu,  WND bersama R  keluar rumah dan mengejar pelaku curanmor.. Korban melihat dari pertigaan Jalan Arumba, dua pelaku berbelok ke utara. Yang satu mengendarai Vario hitam dan satunya mengendarai Beat milik WND.

Dari pertigaan Arumba, pelaku bernama Irawan belok kiri ke arah Tasikmadu. Sampai di Tasikmadu, pelaku yang mengendarai motor curian berhasil dikejar. WND bahkan sempat menendang Irawan. Tapi  pelaku tidak jatuh. Bahkan keduanya langsung putar balik.

"Kami putar balik juga. Saya tendang empat kali. Saya juga teriak maling sama klakson nyala terus. Sampai suara saya habis," beber WND.

Setelah itu, pelaku melaju ke arah persimpangan Tunggulwulung dan mengarah ke selatan menuju pertigaan makam Jalan Simpang Candi Panggung. Saat berada di pertigaan makam, WND kembali  sempat menendang pelaku. Namun Irawan tidak terjatuh dan melaju ke  timur, Jalan Candi Panggung.

Di Jalan Candi Panggung, pelaku yang mengendarai Vario hitam lurus. Sedangkan Irawan ke kiri. WND dan R yang fokus mengejar Irawan kembali menendang pelaku, tapi tidak jatuh.

Akhirnya sampai gapura, Irawan kena tendang dan jatuh. Namun, pelaku bangun dan lari dengan masih mengenakan helm warna putih.

WND bersama R yang dibantu warga sekitar terus mengejar Irawan. “Saya sebenarnya takut dia bawa sajam. Ternyata nggak. Dia lari ke arah RRI terus Asifa,” ungkap WND.

Pelaku lari ke perumahan dekat Asifa. Karena terus dikejar, Irawan nekat naik ke atap rumah. Warga pun akhirnya mengepung rumah tersebut. 

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo mengatakan bahwa pelaku sempat terjatuh dari atas genting. "Pelaku jatuh. Kondisinya tidak sadar dan meninggal dalam perawatan di RSSA Malang," ungkapnya.

Topik
Pelaku CuranmorCuranmorPolresta Malang Kota
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru